Yuk Intip Rekomendasi Saham Tower Bersama (TBIG) yang Bakal Terbitkan Obligasi

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 14:20 WIB   Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Yuk Intip Rekomendasi Saham Tower Bersama (TBIG) yang Bakal Terbitkan Obligasi


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berpotensi meraup dana senilai Rp 2,2 triliun dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan V Tower Bersama Infrastructure Tahap IV Tahun 2022.

Analis Henan Putihrai Sekuritas Steven Gunawan mengatakan, dana obligasi tersebut akan digunakan untuk refinancing. Sehingga diharapkan bisa membantu menurunkan cost of debt Tower Bersama.

Dia menambahkan, dengan utang baru ini, DER TBIG juga masih dalam kondisi aman. Menilik RTI, DER TBIG sebesar 329,34%.

"Masih sesuai dengan debt covenant dengan kreditur," kata dia kepada Kontan.co.id, Jumat (12/8).

Baca Juga: Tower Bersama Infrastructure (TBIG) Rampungkan Penerbitan Obligasi Rp 2,2 Triliun

Dari sisi prospek, Steven berpandangan positif untuk TBIG. Dijelaskan, cakupan menara di Indonesia masih kecil, yakni 1 menara cover 2.700 orang sehingga sinyal masih cukup lambat di Tanah Air. Dia membandingkan dengan Kamboja dengan 1 menara untuk 1.820 orang, bahkan di Malaysia 1 menara untuk 920 orang.

"Sektor menara beberapa emiten juga menyasar fiberisasi sebagai persiapan ke 5G," tambah dia.

Sementara itu pada sisi persaingan, sektor menara dinilainya high barrier sehingga sulit ada pemain baru lagi. Menurut Steven, pemain besar sektor ini terpusat pada TBIG, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL).

"Marjin EBITDA TBIG juga yang tertinggi di peers-nya," sambung Steven.

Baca Juga: Edwin Soeryadjaya, Winato, Macquire, dan PSP Investment Kini Kuasai 73,34% Saham TBIG

Steven pun memproyeksikan tahun ini EBITDA TBIG bisa tumbuh 10% secara tahunan (yoy) dan laba bersih tumbuh 18,6% yoy. Karenanya, Henan Putihrai merekomendasikan beli TBIG dengan target harga Rp 3.200 per saham.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat dari sisi sahamnya, TBIG masih tertahan oleh level support terdekatnya di Rp 2.950 sekaligus MA60. "Kami memperkirakan, TBIG berpeluang bergerak menguat yang didukung dengan munculnya tekanan beli," kata dia.

 

 

Hal tersebut dilihat dari sisi indikator, baik MACD dan Stochastic juga muncul adanya tanda-tanda penguatan dan Stochastic berpeluang membentuk golden cross. Herditya merekomendasikan beli dengan support Rp 2.920 dan resistance Rp 3.190.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru