Indeks

3 Indeks utama Wall Street ambles lagi, menanti stimulus tiada henti

Selasa, 27 Oktober 2020 | 05:48 WIB Sumber: Reuters
3 Indeks utama Wall Street ambles lagi, menanti stimulus tiada henti

ILUSTRASI. 3 Indeks utama Wall Street ambles lagi, menanti stimulus tiada henti. REUTERS/Carlo Allegri

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street melorot pada akhir perdagangan Senin (26/10) dipicu oleh kenaikan kasus virus corona dan ketidakpastian pembahasan stimulus yang meredupkan prospek pemulihan ekonomi Amerika Serikat.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 650,19 poin atau 2,29% ke 27.685,38, S&P 500 turun 64,42 poin atau 1,86% ke 3.400,97 dan Nasdaq Composite turun 289,34 poin atau 2,64% ke 22.358,94.

Total volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 8,72 miliar saham, dengan rata-rata 8,9 miliar saham dalam 20 hari terakhir.

Mengutip Reuters, Selasa (27/10), Amerika Serikat, Rusia, dan Prancis mencatat rekor harian infeksi virus corona. Jumlah orang Amerika yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 melonjak ke level tertinggi dua bulan.

Baca Juga: Wall Street melorot di awal perdagangan Senin (26/10), tekanan bursa AS bertubi-tubi

Saham terkait perjalanan, yang rentan terhadap pembatasan terkait Covid-19, turun tajam. Indeks maskapai penerbangan S&P 1500 turun sekitar 5,6% sementara operator jalur pelayaran Carnival Corp turun 8,66% dan Royal Caribbean Cruises Ltd turun 9,65%, menjadi penurunan terbesar di antara perusahaan S&P 500.

"Ketakutan tentang kebangkitan Covid-19 dan kegagalan berkelanjutan untuk mencapai paket kebijakan fiskal antara Partai Republik dan Demokrat membuat investor terkesima," kata Michael Arone, kepala strategi investasi di State Street Global Advisors di Boston seperti dikutip Reuters.

"Itu adalah dua pendorong terbesar penurunan hari ini."

Indeks energi yang mengikuti harga minyak yang turun lebih dari 3%, jatuh 3,47%. Sektor industri dan keuangan yang sensitif secara ekonomi juga membukukan penurunan tajam di antara sektor S&P.

Pergerakan harga yang besar terjadi karena volume perdagangan kurang dari rata-rata harian Oktober.

"Dari perspektif klien kami, ketidakpastian menyebabkan mereka tetap berada di pinggir lapangan. Jadi Anda melihat kurangnya pembeli, secara umum," kata King Lip, kepala strategi di Baker Avenue Asset Management di San Francisco.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi berbicara dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin tentang undang-undang bantuan Covid-19. Dia tetap optimistis kesepakatan dapat dicapai sebelum pemilihan, kata juru bicara Pelosi.

Pengukur ketakutan Wall Street mencapai level tertinggi dalam lebih dari tujuh minggu karena ketidakpastian tumbuh selama pemilihan 3 November. 

Sekitar 60 juta orang Amerika telah memberikan suara dalam jumlah pemilih awal yang memecahkan rekor ketika Trump dan penantang Demokrat Joe Biden memasuki minggu terakhir kampanye mereka.

Selanjutnya: Wall Street bervariasi, S&P dan Nasdaq naik didukung pembicaraan stimulus AS

Editor: Hasbi Maulana


Terbaru