Indeks

3 Indeks utama Wall Street merosot, tertekan komentar Menkeu AS Mnuchin

Kamis, 15 Oktober 2020 | 06:50 WIB   Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
3 Indeks utama Wall Street merosot, tertekan komentar Menkeu AS Mnuchin

ILUSTRASI. 3 Indeks utama Wall Street merosot, tertekan komentar Menkeu AS Mnuchin. REUTERS/Lucas Jackson/File Photo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tiga indeks utama Wall Street meredup ke zona merah pada pertengahan pekan ini. Rabu (14/10), dengan kemerosotan lumayan dalam.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,58% ke 28.514. Indeks S&P 500 melorot 0,66% ke 3.488,67. Sedangkan Nasdaq Composite merosot 0,80% ke 11.768,73. Penurunan dipimpin oleh harga saham Amazon dan Microsoft.

Pemicu kelesuan di downtown New York itu terpicu oleh komentar suram dari Menteri Keuangan Steven Mnuchin bahwa kesepakatan stimulus kemungkinan tidak akan tercapai sebelum pemilihan presiden 3 November menjadi pemberat Wall Street.

"Pada saat ini menyelesaikan pekerjaan sebelum pemilihan dan mengeksekusinya akan sulit mengingat posisi saat ini dan detail kesepakatan, tapi kami akan mencoba menyelesaikan masalah-masalah tersebut," kata Mnuchin seperti dikutip Reuters.

Indeks utama Wall Street merosot

Baca Juga: Chandra Asri (TPIA) berencana merger dengan anak usaha, apa tujuannya?

Pasar saham menguat beberapa waktu terakhir akibat adanya optimisme stimulus fiskal yang akan mengurangi penurunan ekonomi akibat pandemi virus corona.

"Optimisme meroket pada pekan lalu dan kini kembali ke bumi," kata Mike Zigmont, Kepala Riset dan Trading Harvest Volatility Management.

Zigmonet menambahkan bahwa stimulus sebagai kejadian makro yang besar telah dihitung dalam harga saham Amerika Serikat (AS) saat ini.

"Cuma masalah kapan detail muncul dan berdampak," ujar dia.

Harga saham Amazon merosot 2,3%. Sedangkan harga saham Microsoft turun 0,9%. Kedua saham ini menyumbang porsi terbesar pada indeks S&P 500.

Sejumlah emiten &P 500 telah merilis kinerja. Analis memperkirakan bahwa laba akan turun 19% ketimbang tahun lalu. Data Refinitiv IBES ini membaik ketimbang prediksi 1 Juli yang memperkirakan penurunan laba 25%.

Selanjutnya: BRI Syariah (BRIS) akan ganti pengurus lewat RUPSLB, 5 November 2020

 

Editor: Hasbi Maulana


Terbaru