KONTAN.CO.ID - Simak update profil saham HUMI pasca RUPSLB 2026. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 14 Januari 2026 di Jakarta, HUMI melakukan perubahan signifikan pada susunan direksi dan dewan komisaris.
Ada nama I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara), menggantikan Tirta Hidayat sebagai CEO PT Humpuss Maritim Internasional Tbk.
Hal ini menjadi bagian dari penguatan tata kelola perusahaan dan arah strategis ke depan.
Lalu, seperti apa profil saham HUMI pasca RUPSLB 2026? Cek kinerja keuangan dan susunan lainnya.
Baca Juga: Ada Rencana Merger & Restrukturisasi, Ini Saham BUMN Karya yang Layak Beli
Profil HUMI
Melansir laman HUMI, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) merupakan salah satu emiten di sektor transportasi maritim yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak Agustus 2023.
Sebagai anak usaha dari PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS), HUMI fokus pada pengembangan bisnis distribusi dan infrastruktur energi, termasuk pelabuhan dan ekosistem maritim.
Perusahaan ini didirikan pada 20 September 2016 dengan nama awal PT Misi Hutama Internasional, dan kemudian berganti nama menjadi PT Humpuss Maritim Internasional pada 2022 setelah merger dengan PT Hateka Trans Internasional. IPO HUMI dilakukan pada 9 Agustus 2023, menandai langkah ekspansi di pasar modal Indonesia.
Pemegang saham mayoritas HUMI adalah PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk dengan kepemilikan sekitar 76,5%, diikuti oleh PT Humpuss Transportasi Kimia (6,55%), dan sisanya dimiliki oleh masyarakat serta investor lainnya.
HUMI berbasis di Gedung Mangkuluhur City Tower One, Jakarta Selatan, dan dipimpin oleh tim manajemen yang berpengalaman di industri maritim.
Baca Juga: Saham Bank Big Cap: BBCA, BBNI, BBRI Diprediksi Pulih 2026, Cek Target Harga
Usaha dan Model Bisnis HUMI
HUMI bergerak di sektor energi dan infrastruktur maritim, dengan fokus utama pada angkutan laut untuk barang khusus seperti gas alam cair (LNG), minyak mentah, bahan kimia, kontainer, batubara, dan kargo laut lainnya. Perusahaan juga menyediakan layanan manajemen kapal, awak kapal, serta aktivitas holding dan konsultasi manajemen.
Sebagai bagian dari grup Humpuss, HUMI terlibat dalam ekosistem distribusi energi, termasuk pengoperasian kapal tanker LNG dan infrastruktur pendukung seperti Floating Storage Regasification Unit (FSRU).
Bisnis HUMI didukung oleh armada kapal modern, termasuk kapal pengangkut LNG dan tanker minyak. Pada 2023, perusahaan mencatatkan milestone dengan go public-nya anak usaha PT GTS Internasional Tbk (GTSI), yang juga berfokus pada transportasi LNG.
Strategi ekspansi HUMI meliputi penambahan armada, seperti kapal LPG baru, untuk memperkuat posisi di pasar logistik energi nasional dan internasional. Visi perusahaan adalah menjadi pemimpin di sektor maritim dengan nilai-nilai integritas, inovasi, dan keberlanjutan.
Baca Juga: Profil Saham SOLA: Emiten Aspal & Konstruksi untuk Proyek Strategis Nasional
Direksi Baru Pasca RUPS Januari 2026
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 14 Januari 2026 di Jakarta, HUMI melakukan perubahan signifikan pada susunan direksi dan dewan komisaris sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan dan arah strategis ke depan.
Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi, efisiensi operasional, dan fokus pada logistik energi terintegrasi.
Susunan pengurus baru adalah sebagai berikut:
- Komisaris Utama (sekaligus Komisaris Independen): Mahdan (menggantikan AR Sofyan).
- Komisaris: Dedi Hudayana (menggantikan Daryono).
- Direktur Utama (CEO): I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara), menggantikan Tirta Hidayat.
- Direktur: Indra Yurana Sugiarto (menggantikan Dedi Hudayana).
Ari Askhara, yang dikenal sebagai mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), diharapkan membawa pengalaman luas di sektor transportasi dan aviasi untuk memperkuat ekspansi HUMI di maritim.
Penunjukan ini menandai babak baru bagi perusahaan, dengan fokus pada inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan.
Baca Juga: Naik Tinggi Hingga ARA, Cek Saham yang Masih Layak Investasi & yang Harus Dihindari
Kinerja Keuangan Terbaru (Hingga Kuartal III 2025)
Mengutip BEI, HUMI menunjukkan kinerja keuangan yang stabil meski menghadapi tantangan global seperti fluktuasi harga energi dan biaya operasional. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2025, pendapatan usaha HUMI mencapai USD 96,4 juta, naik dibandingkan periode sebelumnya.
Namun, laba bersih tahun berjalan hingga Q3 2025 tercatat USD 7,63 juta, turun 12,9% secara year-on-year (YoY) dibandingkan Q3 2024, yang mencapai sekitar USD 8,76 juta. Penurunan ini disebabkan oleh peningkatan biaya keuangan dan operasional, meski laba bruto tetap terjaga.
Dari sisi neraca, total aset HUMI meningkat 6,9% menjadi USD 323,73 juta per 30 September 2025, dibandingkan USD 302,85 juta pada akhir 2024.
Pada semester pertama 2025 (hingga 30 Juni), pendapatan mencapai USD 64,71 juta dengan laba bersih USD 5,58 juta, naik 7,74% YoY dibandingkan periode sama 2024. Segmen tanker minyak menjadi penyumbang utama, dengan fokus ekspansi armada untuk mendukung pertumbuhan pendapatan di 2026.
Secara keseluruhan, HUMI mencatatkan pendapatan sekitar Rp 1,6 triliun hingga Q3 2025, meski laba susut akibat tekanan biaya. Manajemen optimistis dengan prospek 2026, termasuk potensi dividen awal tahun berdasarkan kinerja 2025.
Tonton: China–India Tekan Penggunaan Batubara, APBI Dorong Industri Tambang Beradaptasi
Selanjutnya: Redmi Note 15 Pro+: Baterai Titan 6.500mAh dan Kamera 200MP Siap Rilis
Menarik Dibaca: Redmi Note 15 Pro+: Baterai Titan 6.500mAh dan Kamera 200MP Siap Rilis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News