Adaro Energy (ADRO) serius kembangkan bisnis di luar batubara

Selasa, 07 September 2021 | 07:45 WIB   Reporter: Ika Puspitasari
Adaro Energy (ADRO) serius kembangkan bisnis di luar batubara

KONTAN.CO.ID -   JAKARTA. Sembari memacu kinerja dari lini bisnis pertambangan batubara, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) juga terus mengembangkan bisnis dari non-batubara.

Sekretaris Perusahaan ADRO Mahardika Putranto mengharapkan bisnis dari non-batubara akan memberikan kontribusi yang positif terhadap total pendapatan ADRO. “Untuk mencapai kinerja yang stabil dan konsisten, kami akan terus mengembangkan pilar non-batubara. Sehingga akan memberikan return yang stabil dan juga melindungi kinerja perusahaan,” katanya, Senin (6/9).

Ia melanjutkan, pilar Adaro Power memiliki potensi untuk berkontribusi terhadap peningkatan pengembangan listrik di Indonesia. Selain itu, menurutnya bisnis pembangkit listrik dapat meminimalkan dampak dari fluktuasi harga batubara.

Sekarang ini, ADRO menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Batang Jawa Tengah dengan kapasitas 2x1.000 megawatt (MW). Pembangkit listrik yang dikelola PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) ini telah mencapai kemajuan 95,6%. BPI adalah perusahaan patungan milik konsorsium Adaro Power, Electric Power Development Co Ltd (J-Power) dan Itochu Corporation.

Baca Juga: Produksi turun 3%, pendapatan Adaro Energy (ADRO) tumbuh 15% pada semester I-2021

Selain itu, Adaro memiliki beberapa pembangkit listrik lainnya seperti PLTU Makmur Sejahtera Wisesa (MSW) di Tabalong Kalimantan Selatan dengan kapasitas 2x30 MW. Per semester I-2020, PLTU MSW mencapai faktor ketersediaan aktual sebesar 91,5%.

ADRO juga telah mengoperasikan PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) yang juga berlokasi di Tabalong dengan kapasitas 2x100 MW. “Kemudian Adaro Power juga melanjutkan rencana peningkatan kapasitas solar PV sebesar 467 kWp di terminal khusus batubara Kelanis untuk bisa menambahkan dari 130 kWp,” imbuhnya.

Mahardika menambahkan, bisnis usaha lain nonbatubara yang sedang digarap ADRO adalah bisnis pengolahan air. Ia bilang, Adaro Water terus mengupayakan untuk mencapai keunggulan operasional melalui perbaikan berkelanjutan.

Hingga saat ini PT Adaro Tirta Mandiri (ATM) atau juga dikenal dengan Adaro Water, memiliki dan mengoperasikan fasilitas air dengan kapasitas melebihi 1.670 lpd di beberapa lokasi. Portofolio pengelolaan air bersih Group ADRO tersebar di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kemudian di Sampit Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, selanjutnya di Gresik Jawa Timur, dan di Dumai, Riau. Mahardika mengaku Adaro Water terus berupaya aktif untuk memperoleh kontrak-kontrak baru.

Selanjutnya: September Effect diprediksi bakal datang, simak rekomendasi saham dari analis ini

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru