Emiten

Berbenah, Bumi Resources Minerals (BRMS) bakal geber produksi emas

Kamis, 22 April 2021 | 21:03 WIB   Reporter: Dityasa H. Forddanta
Berbenah, Bumi Resources Minerals (BRMS) bakal geber produksi emas

ILUSTRASI. Bumi Resources Minerals (BRMS) bakal lebih fokus pada bisnis tambang emas demi menggali pundi-pundi keuangan.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satu lagi emiten Grup Bakrie yang berbenah, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Perusahaan ini bakal lebih fokus pada bisnis tambang emas demi menggali pundi-pundi keuangan.

BRMS memiliki tiga aset tambang logam, yakni Dairi Prima Mineral di Sumatera Utara, Gorontalo Minerals di Gorontalo, dan Citra Palu Minerals di Sulawesi Tengah. Nama terakhir ini yang belakangan memoles prospek BRMS ke depan.

Citra Palu memiliki konsesi tambang seluas 85.180 hektar (ha) dan memiliki cadangan 3,9 juta ton bijih emas. BRMS saat ini tengah mengerjakan fasilitas produksi emas dengan kapasitas pengolahan 4.000 ton ore per hari dan diperkirakan rampung pada kuartal pertama tahun depan.

Fasilitas tersebut merupakan fasilitas kedua. Nilai investasi proyek ini sebesar US$ 70 juta yang sumber pendanaannya berasal dari pinjaman bank.

Baca Juga: Simak rencana kerja produsen emas di tahun ini

Adapun fasilitas produksi pertama memiliki kapasitas pemurnian sekitar 500 ton ore per hari. "Ini sudah operasional sejak Maret 2020," ujar Herwin Hidayat, Direktur & Investor Relations BRMS kepada Kontan.co.id belum lama ini.

Pada 2024, BRMS bakal menambah kapasitas pemurnian emas menjadi 150.000 oz. Kapasitas ini jauh lebih tinggi dibanding kapasitas per 2020, 14.600 oz.

Baca Juga: Raih dana rights issue Rp 1,6 triliun, ini rencana Bumi Resources Minerals (BRMS)

Hasan, analis Sucor Sekuritas mengambil sikap bullish untuk saham BRMS. Menurut perhitungannya, EBITDA BRMS bakal melesat jadi US$ 104 juta pada 2022. EBITDA tahun ini diperkirakan hanya US$ 8 juta. Dengan catatan, fasilitas produksi emas bisa rampung tepat waktu.

"Dengan asumsi harga emas US$ 1.800/oz, kami memperkirakan laba bersih BRMS melesat jadi US$ 68 juta," kata Hasan dalam riset. Perkiraan itu setara dengan kenaikan 216% dibanding perkiraan laba bersih tahun ini, US$ 3 juta.

Hasan merekomendasikan buy saham BRMS dengan target harga Rp 150 per saham. Harga saham BRMS melesat 10,98% ke level Rp 91 per saham pada Kamis (22/4).

Baca Juga: Andalkan rights issue, ini rencana ekspansi Bumi Resources Minerals (BRMS) di 2020

Editor: Wahyu T.Rahmawati
Terbaru