Berpotensi Catatkan Kinerja Solid Tahun Ini, Intip Rekomendasi Saham EMTK

Kamis, 19 Mei 2022 | 18:56 WIB   Reporter: Hikma Dirgantara
Berpotensi Catatkan Kinerja Solid Tahun Ini, Intip Rekomendasi Saham EMTK

ILUSTRASI. Kinerja anak usaha grup Emtek yang solid diyakini akan menjadi salah satu faktor penopang prospek positif EMTK.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) diperkirakan bisa membukukan kinerja yang lebih baik pada tahun ini. Kinerja anak usaha grup Emtek yang solid diyakini akan menjadi salah satu faktor penopangnya. 

Analis Samuel Sekuritas Farras Farhan mengungkapkan, EMTK secara bisnis sedikit berbeda dibandingkan perusahaan teknologi lainnya. Kinerja EMTK maupun sentimen penggerak saham EMTK umumnya dipengaruhi dari aksi korporasi anak usahanya, seperti PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), dan PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME). 

Menurut dia, secara umum, kondisi tahun ini cukup menantang bagi emiten-emiten tersebut karena berada di bayang-bayang kenaikan suku bunga serta pemulihan ekonomi yang belum optimal. Lalu, sejauh ini, sektor teknologi juga berada dalam tekanan sehingga ini bisa menjadi sentimen negatif untuk saham EMTK.

Baca Juga: Punya Prospek Menarik, Simak Rekomendasi Saham Emtek (EMTK) Berikut

Kendati begitu, dia meyakini SCMA dan BUKA dari sisi kinerja pada tahun ini berpotensi membukukan perolehan yang solid. Sehingga diharapkan hal tersebut bisa menopang kinerja EMTK pada tahun ini.

“Untuk SCMA, pada tahun ini pendapatan utamanya masih akan datang dari bisnis Free To Air (FTA) lewat belanja iklannya. Tapi, bisnis digitalnya melalui Vidio.com diharapkan bisa menjadi pendorong tambahan untuk kinerja SCMA yang menjadi penopang cashflow EMTK sejauh ini,” kata Farras kepada Kontan.co.id, Kamis (19/5).

Sementara untuk BUKA, Farras melihat transformasi bisnis BUKA yang kini mengandalkan storefront memperlihatkan potensi yang baik. Tercatat, di kuartal pertama 2022, BUKA berhasil meningkatkan take rate menjadi 2,31% serta TPV yang tumbuh 25% secara tahunan. 

Baca Juga: IHSG Menguat 0,44% ke 6.823 Pada Kamis (19/5), Sektor Teknologi Menyokong Indeks

 

 

Menurut dia, ini menjadi indikasi bahwa perubahan model bisnis tersebut bisa menghasilkan profitabilitas yang lebih baik. Walaupun, tidak dipungkiri secara jangka pendek masih akan banyak biaya-biaya untuk promosi dan sebagainya. Namun, secara umum, Farras meyakini hal tersebut membuat BUKA punya prospek yang lebih menarik ke depannya. 

Oleh karena itu, ia pun meyakini pada tahun ini kinerja EMTK seharusnya bisa lebih baik dibandingkan kinerja tahun lalu. “Peluang untuk pertumbuhan earning per share (EPS) EMTK mengalami kenaikan dari tahun lalu sangat terbuka jika BUKA dan SCMA berkinerja baik,” imbuhnya. 

Jika bicara secara jangka panjang, Farras melihat EMTK harus terus memperbesar holding perusahaan teknologinya. Hanya saja, ada kriteria yang harus dipenuhi jika EMTK ingin berinvestasi di sebuah perusahaan teknologi. 

Beberapa kriterianya adalah perusahaan teknologi yang punya pertumbuhan signifikan, tapi harus bisa berikat kestabilan bisnis, serta tetap punya cashflow yang kuat. Jadi, misalkan sebuah perusahaan masih pada tahap ‘bakar uang’, harus dipastikan punya runaway yang jelas dan secara jangka panjang. 

Baca Juga: Anjloknya Harga Saham EMTK Diwarnai Aksi Jual yang Dilakukan Investor Kakap

Selain itu, EMTK juga harus segera memutuskan apakah mengubah Bank Fama menjadi bank digital milik ekosistem EMTK, atau mau fokus berinvestasi di BUKA untuk pengembangan bank digital BBHI. 

Dengan berbagai potensi tersebut, Farras masih mempertahankan rating buy untuk saham EMTK. Untuk target harga yang dipasang adalah Rp 2.600 per saham.

“Hanya saja, target tersebut masih kami tinjau kembali, karena beberapa waktu yang lalu sahamnya sempat terkoreksi dalam. Kami juga perlu meninjau ulang kinerja EMTK untuk memastikan target harga yang kami pasang sudah sesuai dengan value EMTK saat ini,” pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati

Terbaru