Bisnis Nikel Harum Energy (HRUM) Dinilai Prospektif, Simak Rekomendasi Sahamnya

Rabu, 12 Januari 2022 | 17:38 WIB   Reporter: Hikma Dirgantara
Bisnis Nikel Harum Energy (HRUM) Dinilai Prospektif, Simak Rekomendasi Sahamnya

ILUSTRASI. pt Harum Energy energi tbk HRUM

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Harum Energy (HRUM) sepanjang 2021 kemarin cukup rajin melakukan diversifikasi bisnis dengan masuk ke bisnis nikel melalui aksi akuisisi tambang dan smelter nikel. Aksi bisnis ini diyakini akan menjadi salah katalis positif pendongkrak kinerja HRUM ke depan.

Analis Sucor Sekuritas Hasan Barakwan mengatakan, secara jangka panjang, HRUM punya prospek kinerja yang menjanjikan, khususnya dari segmen produksi nikel.

Salah satu pendorongnya adalah smelter Nickel Pig Iron (NPI) milik HRUM di anak perusahaannya, Infei Metal Industry (IMI) yang beroperasi lebih cepat dari perkiraan.

Semula, rencananya smelter NPI milik IMI akan beroperasi di kuartal III-2022, namun beberapa perkembangan menyebutkan smelter tersebut bisa beroperasi di kuartal II-2022.

Baca Juga: Pemerintah Larang Ekspor Batubara, Begini Dampaknya untuk Harum Energy (HRUM)

“Dengan memperhitungkan jadwal baru ini, kami memproyeksikan volume produksi di Infei bisa menjadi 18.750 ton pada tahun ini. Barulah nanti pada tahun depan dan seterusnya, volume produksi bisa full 100% sebanyak 22.500 ton,” jelas Hasan kepada Kontan.co.id, Rabu (12/1).

Hasan juga menyebut terdapat perkembangan positif lainnya dari aset Nickel Mines (NIC). Pasalnya, NIC mengumumkan bahwa produksi NPI mereka yang dimiliki oleh Angel Nickel Project Indonesia akan mulai produksi pada kuartal I-2022. Ia bilang, jadwal tersebut juga lebih awal dari perkiraan yakni, bulan Oktober 2022.

Pengumuman tersebut membuat harga saham perusahaan tersebut menguat cukup tajam. Imbas dari reli saham tersebut, penilaian Sucor Sekuritas pada NIC yang didasarkan pada mark to market dari kapitalisasi pasarnya juga meningkat secara signifikan.

Sebelumnya, ia menaksir market cap NIC di US$ 2,6 miliar vs kapitalisasi pasar NIC saat ini yang menjadi di US$ 3,5 miliar, naik 34%.

“Seiring dengan meningkatnya proyeksi volume produksi HRUM di 2022, kami juga menaikkan proyeksi untuk pendapatan dan laba bersih HRUM pada tahun ini masing-masing 7,7% dan 16,4%,” imbuh Hasan.

Alhasil, Sucor Sekuritas kini memproyeksikan HRUM akan mengantongi pendapatan sebesar US$ 585 juta dengan laba bersih US$ 130 juta pada tahun 2022. Saat ini, Hasan memasang rekomendasi buy untuk saham HRUM dengan target harga Rp 12.350 per saham.

 

 

Selanjutnya: Bank Mandiri Optimistis Konsumsi Rumah Tangga Tumbuh 4,72% yoy di Kuartal IV-2021

Editor: Yudho Winarto
Terbaru