Ciputra Development (CTRA) Bukukan Laba Sebesar Rp 1,78 Triliun pada 2021

Senin, 18 April 2022 | 06:10 WIB   Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Ciputra Development (CTRA) Bukukan Laba Sebesar Rp 1,78 Triliun pada 2021


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2021. Laba bersih emiten properti ini tumbuh 31,06% yoy menjadi Rp 1,78 triliun.

Pertumbuhan itu beriringan dengan kenaikan pendapatan menjadi Rp 9,72 triliun. Angka itu tumbuh sebesar 20,44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 8,07 triliun.

Penjualan kavling, rumah hunian, dan ruko menjadi kontributor utama pendapatan perseroan sebesar Rp 5,62 triliun atau tumbuh 11,28% year on year (yoy). Disusul apartemen sebesar Rp 1,34 triliun atau tumbuh 24,07% yoy dan kantor sebesar Rp 1,06 triliun, tumbuh 133,84%.

Dari pendapatan berulang, mayoritas mencatatkan pertumbuhan di 2021. Hanya pusat niaga yang mencatatkan penurunan menjadi Rp 425,86 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 504,73 miliar.

Baca Juga: Pendapatan Naik 20,57%, Laba Ciputra Development (CTRA) Melesat 31% pada 2021

Beban pokok dan penjualan langsung mencatatkan kenaikan 23,85% menjadi Rp 4,88 triliun. Namun, laba kotor CTRA tetap tumbuh 17,23% menjadi Rp 4,83 triliun.

CTRA mencatatkan kenaikan yang terukur pada pos beban. Beban umum dan administrasi sebesar 1,72% menjadi Rp 1,18 triliun. Beban penjualan juga naik 3,09% menjadi Rp 367,59 miliar, serta beban lain-lain juga naik 18,94% menjadi Rp 474,83 miliar.

Namun, perseroan juga mencatatkan kenaikan penghasilan lain-lain sebesar 20,66% menjadi Rp 541,36 miliar. Juga, CTRA mencatatkan bagian laba entitas asosiasi sebesar Rp 41,43 miliar dari sebelumnya rugi sebesar Rp 3,53 miliar.

Baca Juga: Ciputra Development (CTRA) Bukukan Marketing Sales Rp 1,9 Triliun Per Maret 2022

Hingga Desember 2021, Ciputra Development mencatatkan total aset sebesar Rp 40,66 triliun, naik 3,59% yoy. Rinciannya, total liabilitas turun 2,38% menjadi Rp 21,27 triliun dan total ekuitas 11,11% menjadi Rp 19,39 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru