Dharma Polimetal (DRMA) Optimistis Mampu Dongkrak Kinerja pada Tahun 2023

Jumat, 06 Januari 2023 | 07:15 WIB   Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Dharma Polimetal (DRMA) Optimistis Mampu Dongkrak Kinerja pada Tahun 2023


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimistis bisa mendongkrak kinerja pada tahun 2023. Emiten manufaktur komponen kendaraan bermotor ini membidik pertumbuhan pendapatan sebanyak 20% dengan kenaikan bottom line sekitar 10% dibandingkan tahun lalu.

Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso, memberikan estimasi revenue yang bisa dikantongi DRMA pada tahun ini berkisar di angka Rp 4,2 triliun. Salah satu faktor pendorongnya adalah DRMA akan mulai produksi komponen untuk Toyota dan Daihatsu.

"Untuk tahun 2023 kami melihat masih ada prospek pertumbuhan bagi industri otomotif di Indonesia, karena ekonomi masih akan bertumbuh," kata Irianto kepada Kontan.co.id, Rabu (4/1).

Baca Juga: Kinerja Kinclong tapi Harga Saham Melempem, Begini Valuasi dan Rekomendasi Saham DRMA

Untuk menggeber kinerja bisnisnya, emiten yang menjadi bagian dari Triputra Group ini gencar menggelar ekspansi. Pada 22 Desember 2022 lalu, DRMA telah mengumumkan rencana pengambil alihan 5.820 saham atau 72,75% PT Trimitra Chitrahasta (TCH).

TCH merupakan perusahaan yang bergerak dalam kegiatan usaha pembuatan suku cadang mobil dan sepeda motor dari Kuroda Group Co. Ltd., perusahaan asal Jepang. DRMA pun telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PPJB).

Irianto belum membeberkan progres terkait akuisisi itu. Begitu juga dengan besaran dana yang disiapkan untuk menuntaskan aksi korporasi tersebut. Yang terang, dia optimistis akuisisi ini bakal memberikan dampak yang positif bagi kinerja produksi dan penjualan DRMA.

"Tentu akan meningkatkan kapasitas produksi Perseroan, sekaligus menambah jaringan pemasaran dari para pelanggan TCH. Akuisisi ini diharapkan akan meningkatkan penjualan DRMA ke depannya," imbuh Irianto.

Akuisisi TCH juga merupakan bagian dari strategi DRMA memperkuat lini produksi komponen otomotif di tahun ini. Di samping itu, DRMA melanjutkan pembangunan lini produksi untuk berbagai keperluan pendukung ekosistem kendaraan listrik, serta menyiapkan peluncuran produk kendaraan listrik.

Dalam upaya memuluskan rencana bisnisnya, DRMA telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 500 miliar untuk tahun ini. Capex tersebut antara lain dialokasikan untuk keperluan pengembangan anak usaha.

Meliputi pembangunan pabrik PT Dharma Precision Parts (DPA) dan PT Dharma Controlcable Indonesia (DCI), serta penambahan kapasitas produk dan teknologi baru untuk PT Dharma Electrindo Manufacturing (DEM). 

DRMA juga menganggarkan capex untuk pembuatan fasilitas baru produksi komponen battery pack roda empat, serta pembangunan EV Ecosystem seperti mufacturing untuk charging station roda empat dan dua. Alokasi capex lainnya ditujukan untuk maintenance mesin dan tooling.

Adapun pada tahun lalu, DRMA mengalokasikan capex sebesar Rp 240 miliar. Realisasi capex antara lain diserap untuk pembangunan pabrik baru yang berlokasi di Dharma Headquarters. Progresnya sudah berjalan 90% dan akan mulai beroperasi pada akhir kuartal pertama 2023.

 

 

Capex DRMA tahun 2022 juga digunakan untuk pembelian tanah masing-masing seluas 1 hektare bagi anak perusahaan, DPA dan DCI. Soal kinerja bisnis, DRMA optimistis sampai akhir 2022 bisa mengamankan pertumbuhan penjualan 20% secara tahunan (year on year/YoY).

Sedangkan estimasi untuk laba bersihnya tumbuh hingga 50%, dibandingkan laba bersih DRMA tahun 2021 setelah dikurangi keuntungan penjualan asset di Balaraja. "Jadi kami optimistis laba bersih (2022) akan dapat meningkat 50% dari laba core business 2021," tandas Irianto.

Hingga periode kuartal III-2022, DRMA membukukan penjualan neto Rp 2,66 triliun atau melonjak 27,88% dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Dalam periode sembilan bulan 2022, DRMA berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 249,95 miliar atau meningkat 70,10% secara YoY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru