Ditutup di zona hijau pada Selasa, ini proyeksi IHSG pada perdagangan Rabu (13/10)

Rabu, 13 Oktober 2021 | 06:00 WIB   Reporter: Kenia Intan
Ditutup di zona hijau pada Selasa, ini proyeksi IHSG pada perdagangan Rabu (13/10)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan hari ini Selasa (12/10). IHSG terkerek 26,570 poin atau 0,41% ke level 6.486,267.

Analis Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper Jordan, mengungkapkan, bursa saham ditutup menguat meskipun dari global masih dibayangi kekhawatiran akan data ekonomi dan kebijakan pemerintah Amerika Serikat.

Dari dalam negeri, penguatan didorong oleh saham big caps serta sektor energi yang terdorong kenaikan harga komoditas. Untuk perdagangan besok Rabu (13/10), IHSG diprediksi akan berbalik melemah dengan level support 6.462 hingga 6.439. Sementara resistance-nya di 6.506 hingga 6.527. 

"IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal trend penguatan mulai terbatas dalam jangka pendek, candle stick membentuk shooting star serta indikator stochastic bergerak di area overbought mengindikasikan potensi koreksi," ungkapnya dalam riset yang diterima Kontan.co.id, Selasa (12/10). 

Baca Juga: IHSG rawan terkoreksi pada Rabu (13/10) usai naik 0,41% hari ini

Adapun pergerakannya cenderung terbatas karena investor akan wait and see menanti penyataan The Fed terkait kebijakan moneter untuk akhir 2021.

Sementara itu, CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengungkapkan, peluang kenaikan yang terjadi dalam pergerakan IHSG terlihat sudah cukup terbatas. 

"Selama rentang konsolidasi belum dapat digeser ke arah yang lebih baik maka IHSG masih berpotensi bergerak dalam rentang konsolidasi wajarnya hingga beberapa waktu mendatang," jelasnya dalam riset yang diterima Kontan, Selasa (12/10). 

Adapun minimnya sentimen dan tercatatnya capital inflow yang mulai kembali masuk ke pasar modal belum cukup mampu mendorong kenaikan IHSG. Untuk perdagangan Rabu (13/10), IHSG berpotensi bergerak pada zona hijau di level 6.336-6.542. 

Selanjutnya: Bagaimana prospek saham Bank Central Asia (BBCA) pasca stock split? Ini kata analis

 

Editor: Noverius Laoli
Terbaru