Dua Seri Waran Terstruktur Perdana Laris Manis, Simak Prospek Selanjutnya

Kamis, 15 September 2022 | 08:50 WIB   Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Dua Seri Waran Terstruktur Perdana Laris Manis, Simak Prospek Selanjutnya


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku pasar dalam negeri menaruh minat yang cukup tinggi pada instrumen investasi waran terstruktur. Buktinya, dua dari tiga seri produk waran terstruktur yang ditawarkan PT RHB Sekuritas laris manis dan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed).

Head, Sales & Marketing Equity Derivative RHB Sekuritas, Steinly Atmanagara optimistis setelah pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (19/9), minat investor terhadap waran terstruktur akan semakin besar.

"Peminatnya sangat tinggi, bahkan dua dari tiga seri yang kami terbitkan melebihi dari ekspektasi. Mampu terserap habis, bahkan melebihi," ujar Steinly saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (14/9).

RHB Sekuritas menerbitkan tiga seri produk waran terstruktur. Yakni ADRODRCM3A dengan underlying saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), BBRIDRCM3A dengan underlying saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan UNVRDRCM3A dengan underlying saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Ketiganya merupakan waran terstruktur jenis call dengan rasio konversi 3:1. Masa berlaku selama sembilan bulan dengan jatuh tempo pada 19 Juni 2023.

Baca Juga: Ini Dia Waran Terstruktur, Intsrumen Baru untuk Investor Jangka Pendek Bermodal Cekak

Jumlah waran terstruktur yang dicatatkan di bursa untuk masing-masing seri sebanyak 30 juta unit. Dalam penawaran perdana ini, RHB Sekuritas menawarkan 10 juta unit untuk masing-masing seri.

Masa penawaran umum waran terstruktur berlangsung sejak Senin (12/9) dan berakhir di hari ini, Rabu (14/9). Pencatatan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) berlangsung pada 19 September 2022.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan bahwa sejauh ini, waran terstruktur yang diterbitkan RHB Sekuritas menjadi yang perdana. "Sekuritas lain masih dalam tahap diskusi. Belum ada yang melakukan pendaftaran," ujar Jeffrey.

BEI pun terus mendorong anggota bursa lainnya untuk menerbitkan waran terstruktur. Saat ini BEI sedang menjalin diskusi dengan beberapa anggota bursa yang memiliki kantor pusat di luar negeri dengan pengalaman menerbitkan waran terstruktur.

"BEI telah melakukan sosialisasi kepada anggota bursa dan  masyarakat melalui berbagai media dan 30 kantor perwakilan BEI di seluruh Indonesia. Dengan harapan waran terstruktur akan disambut baik oleh pasar," terang Jeffrey.

Dengan jumlah waran terstruktur yang terus meningkat, imbuh Jeffrey, BEI berharap langkah ini dapat membantu investor untuk memberikan pilihan investasi lebih beragam sekaligus meningkatkan volume perdagangan di BEI.

Jeffrey bilang, pihaknya sedang menyusun outlook atau proyeksi yang bisa dicapai dari perdagangan waran terstruktur. "Untuk tahun ini target waran terstruktur belum ditetapkan. Untuk tahun depan bersama dengan target lainnya sedang disusun," tambah Jeffrey.

Baca Juga: BEI akan Merilis Produk Waran Terstruktur Pada September Mendatang

Di sisi lain, RHB Sekuritas akan menggenjot penerbitan waran terstruktur. Setelah penawaran tiga seri produk pertama ini, pada bulan depan RHB berencana menerbitkan hingga lima seri waran terstruktur dengan underlying saham yang berbeda.

"Saat ini belum diputuskan underlying apa yang ingin kami terbitkan. Sektornya akan mix, dan pasti yang kami pilih merupakan saham yang memiliki fundamental baik, dan likuiditas tinggi," jelas Steinly.

RHB Sekuritas selanjutnya mematok target untuk menerbitkan antara tiga sampai enam seri setiap bulannya. Sehingga seluruh penghuni indeks IDX 30 bisa memiliki waran terstrukturnya. "Sampai akhir tahun seharusnya bisa 15-20 seri," tandas Steinly.

Cermati Prospek dan Risiko

Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya melihat penerbitan waran terstruktur akan semakin menarik minat investor di pasar modal. Sebab, semakin banyak pilihan produk yang sesuai dengan selera investasi masing-masing investor.

Pemilihan saham di IDX30 yang menjadi underlying dinilai tepat dengan fundamental dan likuiditas yang apik. "Pertumbuhan kinerja yang ciamik, bisa membawa harga sahamnya naik, sehingga nilai waran-nya juga ikut naik," sebut Cheryl.

Hanya saja, selain menimbang potensi keuntungan, pelaku pasar juga mesti mencermati perbedaan investasi di saham biasa dengan waran terstruktur yang punya masa berlaku hanya sembilan bulan.

Oleh sebab itu, waran terstruktur sebenarnya lebih cocok bagi tipe investor tertentu. "Cocok untuk trader karena jangka waktu relatif pendek. Juga dengan modal relatif kecil berpotensi mendapatkan persentase keuntungan besar," tambah Cheryl.

Baca Juga: Bakal Diluncurkan BEI, Seperti Apa Kelebihan Waran Terstruktur?

Pengamat Pasar Modal Teguh Hidayat punya catatan serupa. Teguh menyoroti, pelaku pasar mesti memahami waran terstruktur sebagai jenis investasi yang berpeluang mendatangkan cuan besar, tapi diikuti risiko yang tinggi. High Risk, High Return.

Bahkan waran terstruktur punya potensi memberikan persentase keuntungan yang lebih besar daripada investasi pada sahamnya sendiri. Tapi, investor harus menimbang dengan cermat.

Terutama dari sisi, sejauh mana saham yang dijadikan underlying bisa melesat selama jangka waktu yang ditentukan. "Karena kalau harga sahamnya baru naik setelah masa berlaku habis, waran keburu hangus, nggak bisa ditebus," kata Teguh.

Teguh memperkirakan, waran terstruktur ini akan diminati meski secara terbatas pada kalangan investor yang berani mengambil risiko besar. Alhasil, sejauh mana waran terstruktur bisa diminati pasar, akan tergantung dari tingkat literasi yang disosialisasikan oleh bursa maupun sekuritas.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru