Rekomendasi

Empat hari investor asing sempat catatkan net buy di bursa, ini pendorongnya

Kamis, 06 Mei 2021 | 20:15 WIB   Reporter: Kenia Intan
Empat hari investor asing sempat catatkan net buy di bursa, ini pendorongnya

ILUSTRASI. Masuknya investor asing ke bursa selama empat hari dipicu pelaku pasar yang meyakini bahwa The Fed tidak menaikkan bunga.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell, Kamis (6/5). Investor asing mencatat net sell hingga Rp 51,88 miliar, setelah  sebelumnya membukukan aksi beli bersih atau net buy selama empat hari secara berturut-turut.

Mengutip data dari Bloomberg, pada penutupan perdagangan Rabu (5/5), investor asing tercatat net buy hingga Rp 165,49 miliar. Jumlah ini lebih mini dibanding hari sebelumnya, Selasa (4/5), yang tercatat net buy hingga Rp 426,66 miliar.

Adapun pada Senin (3/5) investor masuk ke bursa hingga Rp 106,45 miliar. Begitu pula pada Jumat (30/4), investor asing mencatatkan net buy hingga Rp186,27 miliar.

Baca Juga: IHSG diprediksi berbalik menguat di akhir pekan, ini alasannya

Analis Phillip Sekuritas Indonesia Dustin Dana Pramitha mengatakan, masuknya investor asing ke bursa selama empat hari sebelumnya dipicu pelaku pasar yang meyakini bahwa The Fed tidak menaikkan tingkat suku bunga Fed Fund Rate hingga 2023.

"Hal tersebut yang akan membuat tingkat imbal hasil surat utang pemerintah US Treasury yang bertenor 10 tahun terus bergerak turun dan juga aset beresiko yang berpeluang kembali dilirik oleh investor," ujar Dustin kepada Kontan.co.id, Kamis (6/5).

Selain itu, terdapat rilis laporan keuangan emiten di kuartal I 2021 yang dilihat oleh investor asing sebagai cerminan kemampuan emiten mencatatkan kinerja keuangan di tengah situasi ekonomi yang belum stabil. Adapun beberapa emiten terlihat  masih mampu meraih kinerja keuangan yang baik sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.

Dustin melihat, akumulasi yang dilakukan investor asing belakangan ini menyasar saham BBCA, TBIG dan ASII. BBCA menarik di mata asing mengingat kinerjanya di kuartal I 2021 yang mengalami kenaikan laba bersih hingga 6,97% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Hal ini terjadi karena beban bunga yang dapat ditekan oleh BBCA walaupun pendapatan bunga bersih turun  1,32%. Ditambah lagi dengan pertumbuhan kredit perbankan yang mulai positif secara year to date," imbuhnya.

TBIG juga dianggap menarik dengan selesainya akuisisi 3.000 menara dari IBST yang diharapkan dapat memperkuat bisnis emiten ke depannya. Adapun sentimen positif lainnya datang dari keputusan pemerintah yang menghapus sektor telekomunikasi dari Daftar Investasi Negatif. Sehingga, investor asing bisa melakukan penyertaan langsung ke sektor ini.

Sementara untuk ASII, walau kinerja sepanjang tiga bulan pertama 2021 kurang memuaskan baik dari sisi top line maupun bottom line, sahamnya masih dilirik asing karena sentimen kenaikan penjualan mobil nasional hingga 10,5% di bulan Maret 2021. Kenaikan penjualan mobil ini merespons relaksasi PPnBM yang mulai disambut positif oleh konsumen.

Rekomendasi saham

Senada, Analis Jasa Utama Capiral Sekuritas Chris Apriliony mengungkapkan, net buy yang sempat terjadi empat hari berturut di bursa dipicu data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang tidak sebaik perkiraan dan potensi mata uang rupiah kembali menguat.

Baca Juga: Bakal menguat, ini sentimen yang menggerakan IHSG pada Jumat (7/5)

Editor: Khomarul Hidayat
Terbaru