Enam unicorn IPO, kapitalisasi pasar saham bisa bertambah Rp 553,9 triliun

Rabu, 28 Juli 2021 | 21:05 WIB   Reporter: Nur Qolbi
Enam unicorn IPO, kapitalisasi pasar saham bisa bertambah Rp 553,9 triliun

ILUSTRASI. Saat Bukalapak tercatat nanti, maka kapitalisasi pasar bursa saham akan bertambah Rp 77,3 triliun- Rp 87,6 triliun.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai, penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO) yang dilakukan oleh perusahaan unicorn dapat meningkatkan kapitalisasi pasar atawa market capitalization (market cap) BEI cukup signifikan. Asal tahu saja, unicorn merupakan istilah bagi startup yang memperoleh nilai valuasi lebih dari sama dengan US$ 1 miliar-US$ 10 miliar.

Saat ini, ada enam unicorn yang berasal dari Indonesia, yaitu GoTo, Traveloka, Bukalapak, OVO, JD.ID, dan J&T Express. Kepala Unit Pengembangan Start-up dan SME BEI Aditya Nugraha memperkirakan, apabila enam unicorn tersebut melakukan IPO, maka nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia berpotensi meningkat sebesar Rp 553,9 triliun atau 7,69%. 

Indonesia saat ini juga memiliki 27 perusahaan yang berkategori centaur, yakni sebutan bagi startup dengan nilai valuasi lebih dari sama dengan US$ 100 juta- US$ 1 miliar. "Para centaur ini ke depannya juga akan berpotensi IPO dengan nilai emisi dan kapitalisasi pasar yang besar," kata Aditya dalam acara virtual Edukasi Wartawan terkait IPO Unicorn, Rabu (28/7).

Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna menambahkan, salah satu IPO unicorn yang akan berlangsung adalah PT Bukalapak.com. Nyoman menyebutkan, saat Bukalapak tercatat nanti, maka kapitalisasi pasar bursa saham akan bertambah Rp 77,3 triliun- Rp 87,6 triliun. "Penambahan kapitalisasi pasar itu tergantung dari pricing di harga antara Rp 750-Rp 850 per saham. Itu adalah angka yang besar bagi peningkatan market cap," ucap Nyoman.

Baca Juga: Ramai pencarian dana untuk ekspansi, cermati analisis berikut

Nyoman menambahkan, setelah Bukalapak, ada dua unicorn lain yang juga kemungkinan akan tercatat pada tahun ini. Ia tidak menyebutkan namanya secara gamblang, namun dua perusahaan itu adalah unicorn yang belum lama ini melakukan penggabungan usaha (merger). 

"Kalau dari sisi jumlah, sebenarnya tahun ini bisa ada tiga unicorn, tetapi yang dua ini sudah bergabung jadi satu," kata Nyoman. Meskipun begitu, BEI belum menerima pernyataan pendaftaran IPO dari perusahaan tersebut. 

Nyoman pun belum bisa memperkirakan potensi peningkatan kapitalisasi pasar ketika unicorn tersebut tercatat. Akan tetapi, menurut dia, kapitalisasi pasarnya akan lebih besar dari Bukalapak.

Selanjutnya: Sambut IPO unicorn, ini poin penting dalam RPOJK tentang Saham Hak Suara Multipel

 

Editor: Wahyu T.Rahmawati
Tag
Terbaru