Harga BBM Naik, Sektor Apa Saja yang Diuntungkan dan Dirugikan?

Selasa, 06 September 2022 | 11:21 WIB   Reporter: Akhmad Suryahadi, kompas.com
Harga BBM Naik, Sektor Apa Saja yang Diuntungkan dan Dirugikan?

ILUSTRASI. Salah satu sentimen utama yang akan menggerakkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah kenaikan harga BBM. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah analis menilai, dalam beberapa waktu ke depan, salah satu sentimen utama yang akan menggerakkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) PT Pertamina (Persero). 

Berbagai sektor akan merasakan langsung dari harga BBM yang lebih tinggi, di mana sektor transportasi akan mengalami tekanan, dan di sisi lain sektor energi diproyeksi meraup keuntungan. 

Melansir Kompas.com, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mengatakan, emiten sektor transportasi akan menghadapi kenaikan BBM secara langsung. Sektor tersebut diprediksi terpengaruh signifikan. 

"Mereka paling tidak menghadapi jual beli minyak untuk industri juga sudah naik sejak kemarin," ujar dia, dalam sebuah diskusi virtual, dikutip Senin (5/9/2022).  

Sementara, mengutip Kontan.co.id, Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana menilai, emiten di sektor transportasi, manufaktur, dan consumer good akan dirugikan dari kenaikan harga bahan bakar minyak.

Hal ini terkait naiknya harga atau ongkos produksi. Di sisi lain, daya beli masyarakat juga ikut menurun.

Baca Juga: Bursa Asia Pasifik Beragam Pagi Ini Jelang Keputusan Suku Bunga Bank Sentra Australia

Sektor yang diuntungkan

Di sisi lain, Fakhrul berpendapat, harga BBM yang lebih tinggi diproyeksi mampu semakin meningkatkan kinerja emiten sektor energi, yang sejak awal tahun terus menguat. Adapun sejak awal tahun ini, indeks saham sektor energi telah menguat 68,2 persen, ditopang oleh lonjakan harga komoditas global. 

"Sebenarnya very clear pemenangnya siapa. Secara year to date yang naik paling kencang masih sektor energi," kata Fakhrul. 

Lebih lanjut dia bilang, biasanya pasar konservatif melihat kenaikan harga BBM akan berdampak langsung pada turunnya daya beli masyarakat. 

"Akan tetapi, fakta lainnya adalah ketika harga BBM naik sebenarnya perekonomian masyarakat di luar Jawa yang terutama itu mendapatkan pendapatan dari sawit dan juga batu bara itu cenderung terus tinggi," ujar dia. 

Baca Juga: IHSG Bakal Menguat, Intip Rekomendasi WIKA, RALS, dan TOWR dari Artha Sekuritas

"Dan itu sebetulnya kalau kita lihat income orang di luar Jawa secara relatif tumbuh lebih tinggi dari pada di Jawa," tambahnya. 

Sedangkan wawan berpendapat, di tengah kenaikan harga BBM, investor bisa mencermati saham sektor komoditas yang  masih sangat menguntungkan. 

“Demikian juga dengan sektor telekomunikasi dan keuangan,” jelas Wawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru