Rekomendasi

Harga emas tidak agresif, begini rekomendasi saham emiten tambang emas

Kamis, 27 Mei 2021 | 22:08 WIB   Reporter: Akhmad Suryahadi
Harga emas tidak agresif, begini rekomendasi saham emiten tambang emas

ILUSTRASI. Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten penambang emas diyakini masih cukup prospektif, meskipun pergerakan harga emas cenderung stabil dan tidak seagresif tahun lalu. Analis MNC Sekuritas Catherina Vincentia memproyeksikan harga emas  tahun ini masih di kisaran US$ 1.900 per troi ons.

Catherina menilai, kemungkinan belum begitu banyak sentimen yang berpengaruh terhadap harga emas untuk tahun ini. Hal tersebut karena pergerakan harga emas cenderung contrast dengan komoditas lain. Secara year-to-date, harga emas masih melemah -0,90% sementara komoditas lainnya menguat.

“Memang hal ini dipengaruhi permintaan dan role (peran) emas sebagai aset safe haven yang mulai berkurang karena pemulihan ekonomi sudah mulai terlihat,” terang Catherina, Kamis (27/5)

Baca Juga: Penguatan harga emas tertahan di bawah US$ 1.900 jelang rilis pertumbuhan ekonomi AS

MNC Sekuritas memberikan rekomendasi untuk sejumlah saham penambang emas, seperti hold saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan target harga Rp 2.550, hold saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan target harga Rp 2.720, dan beli saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan target harga Rp 33.700.

Senada, Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Setya Ardiastama menilai, pergerakan harga emas pada tahun ini tidak lebih menarik dibandingkan tahun lalu.

Salah satu faktornya adalah pemulihan ekonomi yang saat ini sedang berlangsung, sehingga memberikan pilihan pada pelaku pasar untuk kembali masuk ke pasar saham maupun obligasi.

Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan, harga emas cenderung bergerak sideways pada rentang US$ 1.590 – US$ 1.830 per troi ons di tahun ini. “Di satu sisi, penurunan dari dolar AS dapat memberikan potensi kenaikan pada harga emas secara temporary,” terang Okie.

Untuk tahun ini, kinerja produsen emas berpotensi masih mengalami kenaikan. Hal tersebut seiring dengan stabilnya harga emas yang hingga hampir tutup buku semester pertama ini cukup terjaga di atas level US$ 1.800 per troi ons.  Okie merekomendasikan buy saham MDKA dengan target harga Rp 2.920.

Baca Juga: Tokenomy dan Indodax rilis laporan investor aset kripto di Indonesia tahun 2021

Sementara itu, Analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengatakan, harga emas yang solid, yang berada pada level US$ 1.880 per oz, serta kebijakan lindung nilai  (hedging) yang lebih rendah sekitar 20% untuk tahun 2021 (berbanding dengan 80% di tahun 2020) akan meningkatkan harga jual rerata atau average selling price (ASP) emas.

“Dengan volume penjualan emas yang lebih baik, yang diperkirakan akan meningkat sebesar 6,3% yoy menjadi 340.000 oz, kami memperkirakan adanya peningkatan pendapatan dalam bisnis emas di tahun 2021,” tulis Stefanus dalam riset, Selasa (25/5).

BRIDanareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli UNTR dengan target harga Rp 30.000. Saham UNTR yang masih terkoreksi secara year-to-date (ytd) dinilai bisa menjadi entry point yang menarik.

Editor: Yudho Winarto
Terbaru