Harga Minyak Turun, Saham MEDC Hari Ini (1/9) Perlu Dijual Atau Beli?

Kamis, 01 September 2022 | 08:30 WIB   Reporter: Adi Wikanto, Akhmad Suryahadi
Harga Minyak Turun, Saham MEDC Hari Ini (1/9) Perlu Dijual Atau Beli?


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) segera membuka jam perdagangan saham edisi hari ini, Kamis 1 September 2022. Sebelum melakukan transaksi, simak rekomendasi saham untuk trading hari ini.

Salah satu rekomendasi hari ini adalah saham saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Harga saham MEDC mulai terkoreksi setelah naik tinggi dalam sepekan terakhir.

Harga saham MEDC pada perdagangan Rabu 31 Agustus 2022 ditutup di level 860 turun 45 poin atau 4,97% dibandingkan sehari sebelumnya.

Selama perdagangan sepekan sebelumnya, harga saham MEDC terus naik hingga mencapai level 950 pada awal perdagangan Selasa 30 Agustus 2022. Harga saham MEDC 950 itu adalah yang tertinggi sejak Juni 2018.

Tren penurunan harga saham MEDC bersamaan dengan pelemahan harga minyak dunia. Dilansir dari situs Tradingeconomics, harga minyak mentah jenis WTI pada hari ini, 1 September 2022 terkoreksi 0,84% menjadi US$ 88,801 per barel.

Meski harga mulai turun, analis Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham MEDC. Bahkan, target harga saham MEDC diubah menjadi lebih tinggi dari sebelumnya Rp 780 menjadi Rp  1.200.

Baca Juga: Cek Saham yang Banyak Dijual Asing di Penghujung Agustus 2022

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Farras Farhan melihat, MEDC memiliki prospek bagus hingga tahun depan. Pasalnya, harga minyak dunia diperkirakan tetap tinggi.

Ia merevisi proyeksi harga minyak dunia untuk tahun 2022 dan 2023 menjadi US$ 96.06 per barel dan US$ 86.1 per barel. Hal ini menimbang keputusan OPEC+ untuk memangkas produksi minyak dan turunnya persediaan minyak di Amerika Serikat (AS)

Namun, turunnya tensi geopolitik dan kemungkinan masuknya Iran ke pasar minyak global berpotensi menekan harga minyak ke depan.

Farras memperkirakan harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) MEDC akan bergerak sejalan dengan harga minyak global. 

Menurut Farras, keduanya memiliki korelasi yang tinggi. Hasil analisis sensitivitas yang Farras lakukan menunjukkan bahwa jika harga minyak dunia turun 5%-10% di 2023, laba bersih MEDC akan turun 1,37%-2,78%.

Meski ada potensi fluktuasi ASP, ditambah potensi ketidakpastian ekonomi karena naiknya suku bunga The Fed dan suku bunga Bank Indonesia (BI), Farras meyakini performa MEDC ke depan masih cukup baik.

“Ini didukung salah satunya oleh skema take-or-pay yang diterapkan MEDC dalam kontrak penjualannya (yang rata-rata berdurasi 3 tahun sampai 4 tahun) yang akan menjamin performa MEDC setidaknya hingga 2024,” tulis Farras dalam riset, Senin (29/8)

Baca Juga: Beberapa Emiten Ini Catat Kinerja di Atas Ekspektasi, Apa Rekomendasi Analis?

Di samping profil utangnya yang beragam (suku bunga tetap dan floating), hal lain yang membuat Samuel Sekuritas menyukai manajemen utang MEDC adalah kontrak swap suku bunga yang diterapkan sebagai lindung nilai guna memitigasi volatilitas suku bunga.

Di samping itu, sebagian besar utang MEDC berdenominasi dolar AS. Artinya, dampak fluktuasi nilai tukar rupiah tidak terlalu besar. Berdasarkan analisis yang Farras lakukan, setiap kenaikan suku bunga sebesar 0,5% akan menurunkan laba sebelum pajak MEDC sebesar 0,31%, demikian juga sebaliknya.

Oleh karena itu, Samuel Sekuritas juga menaikkan proyeksi pendapatan MEDC untuk tahun 2022 dan 2023 menjadi masing-masing US$ 515 dan US$ 658 juta, mencerminkan pertumbuhan earning per share (EPS) sebesar 996% dan 28%.

Itulah rekomendasi saham MEDC untuk perdagangan hari ini, Kamis 1 September 2022. Ingat disclaimer on, segala risiko investasi atas rekomendasi saham MEDC di atas menjadi tanggung jawab Anda sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru