Harga Saham Delta Dunia (DOID) Tren Naik, Analis Rekomendasi Beli

Rabu, 18 Mei 2022 | 08:15 WIB   Reporter: Hikma Dirgantara
Harga Saham Delta Dunia (DOID) Tren Naik, Analis Rekomendasi Beli


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) segera membuka jam perdagangan saham edisi hari ini, Rabu 18 Mei 2022. Sebelum memulai transaksi, simak rekomendasi saham untuk dibeli pada perdagangan hari ini.

Salah satu saham yang perlu dicermati pada perdagangan hari ini adalah saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID). Harga saham DOID meningkat pesat pada tahun 2022 ini.

Harga saham DOID pada perdagangan Selasa 17 Mei 2022 ditutup di level 580, naik 70 poin atau 13,73% dari perdagangan sehari sebelumnya. Sejak awal tahun 2022 atau year to date (ytd), harga saham DOID meningkat 322 poin atau 124,81%.

Kenaikan harga saham DOID sejalan dengan tren positif harga batubara di pasar dunia. Oleh karena itu, di tengah kenaikan harga batubara, analis masih rekomendasi beli saham DOID.

Analis Trimegah Sekuritas Hasbie memberi rating beli untuk saham DOID dengan target harga Rp 900 per saham. Sedangkan Analis Kanaka Hita Solvera Andika Cipta Labora merekomendasikan untuk sell on strength dengan di kisaran Rp 600 per saham-Rp 610 per saham.

Analis Trimegah Sekuritas Hasbie dalam risetnya pada 10 April menambahkan, DOID memiliki potensi kenaikan menjanjikan yang didorong oleh dua faktor utama. Pertama, potensi pertumbuhan laba yang kuat mengingat average selling price (ASP) pada tahun ini yang diperkirakan naik 6,5% secara year on year. Belum lagi, pertumbuhan volume overburden removal yang solid menjadi 577 juta bank cubic meter (BCM).

Kedua, adanya potensi untuk perbaikan penilaian ESG seiring dengan DOID yang mulai merambah investasi yang jauh lebih ramah lingkungan melalui tambang tembaga. Adapun, DOID sudah melakukan kesepakatan kerja sama atawa head of agreement (HOA) dengan Asiamet Resources Limited untuk menggarap tambang tembaga Beruang Kanan Main (BKM).

Baca Juga: Harga Sudah Naik 124% Ytd, Apakah Saham Delta Dunia (DOID) Masih Prospek Dibeli?

Potensi BKM sangat menjanjikan mengingat aset tembaganya mempunyai cadangan ore sebanyak 69,6 ton dengan tingkat Cu sebesar 0,6%. Namun, kesepakatan yang seharusnya rampung pada Januari lalu, saat ini masih belum rampung karena kedua pihak memperpanjang proses due diligence.

Dengan harga tembaga yang sedang naik, pasca akuisisi tersebut, Hasbie mengekspektasikan potensi harga akuisisi dan net present value (NPV) yang lebih tinggi. Perlu diketahui, sebelumnya, NPV untuk aksi akuisisi tersebut sebesar US$ 124,8 juta dengan harga tembaga yang ada di kisaran US$ 3,3 per pound.

“Berdasarkan hitungan kami, pasca akuisisi, kepemilikan efektif DOID akan menjadi 58%, dan jika NPV proyek sebesar $125 juta, upside DOID dari proyek ini adalah Rp100/sh,” imbuh dia.

Prospek DOID menarik

Andika menjelaskan, pada tahun ini seharusnya DOID punya prospek yang menarik. Harga batubara yang masih tinggi seiring masih terjadinya konflik Rusia-Ukraina bisa menjadi katalis positif untuk kinerja DOID pada tahun ini. 

Hanya saja, dia bilang ada potensi gangguan produksi DOID pada tahun ini seiring adanya curah hujan yang tinggi di Australia. Sebagai informasi, DOID memiliki beberapa tambang di Australia seperti tambang Meandu, Commodore, Goonyella dan Blackwater.

“Curah hujan yang tinggi di Australia ini bisa mengganggu proses pertambangan yang pada akhirnya bisa menurunkan produksi. Selain itu, juga bisa menghambat moda transportasi untuk pengiriman hasil pertambangan,” ujar Andika kepada Kontan.co.id, Selasa (17/5).

Andika meyakini, diversifikasi bisnis tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kinerja DOID secara jangka panjang. Pasalnya, selain menambah sumber pendapatan DOID ke depan, diversifikasi tersebut juga membuat kinerja DOID akan lebih terjaga di tengah volatilitasnya harga komoditas batubara.

Pada tahun ini, Hasbie memproyeksikan DOID bisa membukukan pendapatan sebesar US$ 1,56 miliar dengan laba bersih sebesar US$ 119 juta. 

Itulah rekomendasi saham DOID untuk trading hari ini, Rabu 18 Mei 2022. Ingat disclaimer on, segala risiko investasi atas rekomendasi saham DOID ini menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru