Harga Timah Melesat, Laba Bersih Timah (TINS) Melejit di Semester I 2022

Jumat, 02 September 2022 | 06:24 WIB   Reporter: Akhmad Suryahadi
Harga Timah Melesat, Laba Bersih Timah (TINS) Melejit di Semester I 2022

ILUSTRASI. Aktivitas pekerja PT Timah Tbk. PT Timah Tbk (TINS) di semester I 2022 mampu membukukan laba Rp 1,08 triliun, atau naik 301%.


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Harga timah yang melompat turut membantu mendorong kinerja  keuangan PT Timah Tbk (TINS)  di semester I 2022.  Di periode tersebut, TINS  mencatatkan laba  Rp 1,08 triliun, atau melejit 301% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Pertumbuhan kinerja anak perusahaan TINS dan melesatnya harga jual logam timah sangat berkontribusi terhadap peningkatan kinerja emiten pelat merah ini

Melesatnya laba bersih TINS sejalan dengan naiknya pendapatan. TINS berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 7,47 triliun atau naik 27%  jika  dibandingkan  periode semester pertama 2021  yang hanya Rp 5,87 triliun. Laba operasi naik 127% menjadi Rp 1,42 triliun,

Membaiknya profitabilitas TINS terlihat pula dari naiknya EBITDA  sebesar  82% menjadi Rp 1,9  triliun.

Baca Juga: Inilah Saham BUMN dan BUMD yang Bisa Jadi Portofolio Investasi

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah Fina Eliani mengatakan, meningkatnya laba bersih TINS didukung performa harga jual logam  timah selama periode enam bulan pertama 2022. Di periode ini, rerata harga jual timah mencapai US$ 41.110 per metrik ton.

Di sisi lain, produksi bijih timah pada enam bulan pertama 2022 tercatat sebesar 9.901 ton atau turun 14% dibandingkan periode  yang sama tahun lalu sebesar 11.457 ton. Dari jumlah tersebut 39% atau 3.829 ton berasal dari  penambangan  darat,  sedangkan  sisanya  61%  atau  6.072  ton  berasal  dari  penambangan  laut.

Produksi logam timah di periode ini juga turun sebesar 26% menjadi 8.805 Mton dari periode enam bulan pertama 2021 sebesar 11.915 Mton.

Adapun  penjualan  logam  timah  tercatat  sebesar  9.942  Mton  atau  turun  sebesar  21%  dibandingkan  periode  enam bulan pertama 2021  sebesar  12.523  Mton.  Harga  jual  rerata  logam  timah  pada  semester pertama 2022 sebesar US$ 41.110 per Mton atau naik signifikan 48% dibandingkan enam bulan pertama 2021 sebesar US$ 27.858 per Mton.

“Untuk menjaga pertumbuhan kinerja, TINS memacu kinerja anak usaha. Kontribusi Anak Usaha segmen  non?pertimahan  di  tahun  2022  diperkirakan  meningkat  menjadi  28%  terhadap  laba bersih  konsolidasian  TINS”,  terang Fina dalam siaran pers, Kamis (1/9).

Baca Juga: PT Timah (TINS) Yakin Perolehan Pajak dan PNBP Tahun Ini Melampui 2021

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru