Indeks

IHSG menguat 0,29% ke 6.054 di sesi I hari ini, asing catat net sell Rp 227,62 miliar

Kamis, 08 April 2021 | 12:00 WIB   Reporter: Herlina KD
IHSG menguat 0,29% ke 6.054 di sesi I hari ini, asing catat net sell Rp 227,62 miliar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 17,55 poin atau 0,29% ke 6.054,16 pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Kamis (8/4).

Sebanyak 272 saham naik, 191 saham turun dan 168 saham stagnan.

Delapan sektor saham menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan dua sektor saham lainnya tergelincir ke zona merah.

Sektor-sektor saham dengan kenaikan tertinggi adalah sektor consumer goods yang naik 0,66%, sektor pertambangan naik 0,64% dan sektor perdagangan yang naik 0,55%.

Sedangkan dua sektor saham yang turun adalah sektor perkebunan yang melemah 0,45% dan sektor infrastruktur yang turun 0,41%.

Baca Juga: IHSG dibuka menguat pada perdagangan Kamis (8/4), asing catat net buy

Total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 12,80 miliar saham dengan total nilai Rp 5,57 triliun.

Top gainers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

1. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) (4,42%)
2. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) (3,89%)
3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) (3,81%)

Top losers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

1. PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) (-2,24%)
2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) (-1,52%)
3. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) (-1,45%)

Investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp 227,62 miliar di seluruh pasar.

Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 203,8 miliar, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 40,2 miliar dan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) Rp 22,9 miliar.

Sedangkan saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 18,1 miliar, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 11,8 miliar dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 11,3 miliar.

Selanjutnya: IHSG berpotensi menguat terbatas, simak rekomendasi saham untuk hari ini, Kamis (8/4)

 

Editor: Herlina Kartika Dewi
Terbaru