Rekomendasi

Kinerja Bekasi Fajar Industrial (BEST) diprediksi membaik, simak rekomendasinya

Selasa, 06 April 2021 | 19:34 WIB   Reporter: Achmad Jatnika
Kinerja Bekasi Fajar Industrial (BEST) diprediksi membaik, simak rekomendasinya

ILUSTRASI. kawasan industri milik PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST). Foto Dok BEST

Pemulihan ekonomi dan omnibus law

Menurut Victor dalam risetnya, pendapatan BEST yang lemah di tahun ini adalah cerminan dari kinerja penjualan lahan industri yang lemah, dan bersamaan dengan keyakinan dari pelonggaran pembatasan sosial yang akan memulihkan ekonomi, Ia optimistis marketing sales yang akan dibukukan akan mencapai Rp 350 miliar.

Lalu, Aurellia dalam risetnya menilai, harga saham BEST yang menguat bersamaan dengan perusahaan sejenis, diyakini akan membawa sentimen positif di sektor kawasan industri karena pemerintah mengesahkan Omnibus Law.

Baca Juga: Prospek kawasan industri masih bagus, ini rekomendasi saham DMAS dan BEST

Senada, Yasmin juga menilai dengan permintaan tanah belum pulih ke level pra-pandemi, tetapi perusahaan akan mendapatkan keuntungan dari peningkatan kepercayaan konsumen dan investasi baru setelah pemerintah gencar melakukan vaksinasi dan disahkannya omnibus law.

Yasmin juga berpandangan lebih moderat, karena ia yakin permintaan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih, sehingga masih akan berat untuk penjualan lahan di tahun ini.

“Sejalan dengan pedoman perusahaan, kami juga mengharapkan pendapatan berulang memiliki pertumbuhan yang stabil tahun ini,” kata Yasmin.

Perkirakan pendapatan mereka tahun ini menurut Yasmin masih belum akan mencapai ke level pra-pandemi, karena perkiraan yang meleset di tahun 2020.  Di tahun 2021 ia memperkirakan pendapatan akan berada di angka Rp 297 miliar dengan laba bersih Rp 10 miliar.

Aurellia dalam risetnya memperkirakan pendapatan di tahun 2021 hanya akan berada di angka Rp 228 miliar, dengan rugi bersih berada di angka Rp 161 miliar.

Baca Juga: Simak rekomendasi saham BEST, INKP, JMSR dan MAPI untuk hari ini (18/1)

Sementara itu, perkiraan Victor lebih tinggi dibandingkan dengan keduanya, ia memperkirakan pendapatan mencapai Rp 721 miliar dengan laba bersih Rp 181 miliar.

Victor dalam risetnya menilai bahwa meskipun kinerja yang buruk di tahun lalu, valuasi BEST tetap akan menarik, mengingat pemulihan ekonomi yang diharapkan akan terjadi sampai kuartal II 2020.

Untuk tahun ini, Yasmin merekomendasikan BEST dengan beli di target harga Rp 190 per saham. Aurellia merekomendasikan jual di target harga Rp 155 per saham. Terakhir, Victor merekomendasikan beli di target harga Rp 230 per saham.

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Yudho Winarto
Terbaru