Emiten

Koreksi lapkeu, laba IRRA kuartal II dan kuartal III 2020 jauh lebih lebih rendah

Rabu, 13 Januari 2021 | 21:20 WIB   Reporter: Khomarul Hidayat
Koreksi lapkeu, laba IRRA kuartal II dan kuartal III 2020 jauh lebih lebih rendah

ILUSTRASI. Itama Ranoraya (IRRA) merevisi turun kinerja keuangan di kuartal II dan kuartal III tahun lalu.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) kembali diperdagangkan, Rabu (13/1), setelah sehari sebelumnya dihentikan sementara alias terkena suspensi. Rabu (13/1), harga saham IRRA merosot 6,76% ke level Rp 3.450 per saham.

Meski melorot, kalau dihitung sejak 7 hari yang lalu (06 Januari 2021), harga saham IRRA masih naik 50,66 % dibanding harga saat itu (Rp 2.290).

Begitu pula, jika kita hitung sejak 30 hari yang lalu (11 Desember 2020), harga saham IRRA sudah melejit 159,40%, dari semula (Rp 1.330).

Sedangkan sejak setahun lalu (13 Januari 2020), harga saham IRRA sudah meroket 385,92% dari harga saat itu (Rp 710).

Baca Juga: Itama Ranoraya (IRRA) pasang target tinggi di tahun 2021, ini pendorongnya

Rabu (13/1), Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai transaksi saham IRRA mencapai Rp 479,50 miliar, sedangkan volume saham yang ditransaksikan mencapai 1.248.905 lot.

Dengan earning per share (EPS) alias laba bersih per saham Rp 8, maka price to earning ratio (PER) saham IRAA saat ini sudah sebesar 462,50 kali. Adapun price to book value-nya (PBV) 33,94 kali.

Koreksi laporan keuangan

Saham IRRA belakangan terus melejit. Bahkan, Jumat pekan lalu (8/1), BEI memasukkan saham IRRA ke unusual market activity (UMA) karena pergerakan saham yang naik di luar kebiasaan.

Padahal kinerja IRRA tak terlalu istimewa. Malah, merujuk keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), IRRA malah merevisi turun kinerja keuangan di dua kuartal tahun lalu.

Pertama, pada 11 Desember 2020, IRRA melaporkan ke BEI revisi laporan keuangan kuartal II 2020.

Kedua, pada 26 November 2020, IRRA juga menyampaikan koreksi laporan keuangan kuartal III 2020.

Nah, apa saja perubahannya?

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 mulai, saham IRRA malah antiklimaks

Editor: Khomarul Hidayat


Terbaru