KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus menunjukkan tren penguatan sepanjang tahun 2026. Di tengah kenaikan harga saham tersebut, investor kawakan Lo Kheng Hong kembali tercatat menambah kepemilikan saham GJTL.
Pada perdagangan Jumat (8/5/2026), saham GJTL ditutup di level 1.185, turun 10 poin atau 0,84% dibanding hari sebelumnya. Meski melemah harian, secara year to date harga saham GJTL masih naik 125 poin atau sekitar 11,79%.
Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek PT Gajah Tunggal Tbk yang disampaikan melalui Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom, kepemilikan saham Lo Kheng Hong meningkat signifikan selama April 2026.
Baca Juga: BEI Awasi UMA Saham ABDA: Cek Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya
Pada akhir Maret 2026, Lo Kheng Hong tercatat menggenggam 218.032.800 saham atau setara 6,257% kepemilikan di GJTL. Jumlah tersebut sudah bertambah 8.134.300 saham dibanding periode sebelumnya.
Selanjutnya pada akhir April 2026, Lo Kheng Hong kembali melakukan akumulasi saham sebanyak 14.760.100 saham. Dengan tambahan itu, total kepemilikan sahamnya meningkat menjadi 232.792.900 saham atau setara 6,68% dari total saham beredar GJTL.
Aksi beli saham secara konsisten ini menunjukkan keyakinan Lo Kheng Hong terhadap prospek bisnis emiten produsen ban kendaraan bermotor tersebut dalam jangka panjang.
Dalam daftar pemegang saham per akhir April 2026, Denham Pte Ltd masih menjadi pemegang saham terbesar GJTL dengan kepemilikan sekitar 1,72 miliar saham atau setara 49,5%.
Tonton: Pemerintah Batasi Penerapan Outsourcing, Buruh Minta Perlindungan Pekerja Alih Daya
Sementara itu, Compagnie Financiere tercatat memiliki 348,48 juta saham atau sekitar 10% kepemilikan.
Seiring bertambahnya kepemilikan Lo Kheng Hong, porsi kepemilikan publik non-warkat mengalami penurunan dari 33,77% pada Maret 2026 menjadi 33,347% pada April 2026.
Langkah akumulasi saham oleh Lo Kheng Hong kerap menjadi perhatian pelaku pasar. Investor yang dikenal dengan strategi value investing tersebut umumnya memilih saham dengan valuasi murah dan prospek bisnis jangka panjang yang masih menarik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News