Pekan kelam Wall Street, Nasdaq cetak penurunan mingguan terburuk sejak November 2020

Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:00 WIB Sumber: Reuters
Pekan kelam Wall Street, Nasdaq cetak penurunan mingguan terburuk sejak November 2020

KONTAN.CO.ID -  NEW YORK. Wall Street kembali mengalami pekan terburuknya usai koreksi tajam yang terjadi pada Kamis (25/2) lalu. Usai penutupan perdagangan di akhir pekan, tiga indeks utama kompak melemah dengan Nasdaq Composite hadapi pelemahan mingguan terburuk sejak Oktober 2020.

Jumat (26/2), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 469,64 poin atau 1,5% menjadi 30.932,37, indeks S&P 500 melemah 18,19 poin atau 0,48% ke level 3.811,15 dan Nasdaq Composite naik 72,91 poin atau 0,56% ke posisi 13.192,34.

Dalam sepekan, Nasdaq pun anjlok 4,9%, diikuti indeks S&P yang melemah 2,45%. Sedangkan indeks Dow Jones turun 1,78%. 

Indeks Nasdaq yang berisi saham sektor teknologi reli dalam perdagangan yang berfluktuasi pada akhir pekan ini. Kinerja indeks Nasdaq pun tetap rapuh setelah mencatatkan kinerja indeks terburuk dalam empat bulan pada Kamis (25/2) karena kekhawatiran kenaikan inflasi yang membuat yield US Treasury mendekati level tertinggi satu tahun.

Indeks S&P 500 dan Dow Jones kompak ditutup lebih rendah setelah sebelumnya turun ke level terendah tiga minggu.

Saham Apple Inc, Amazon.com Inc, Microsoft Corp dan Alphabet Inc naik antara 0,2% hingga 1,4% pada hari Jumat. Tetapi saham kelas berat tersebut mengalami minggu terburuk dalam beberapa bulan karena kenaikan tajam dalam yield US Treasury.

Yield US Treasury tenor acuan 10 tahun turun menjadi 1,404% setelah melonjak menjadi 1,614% pada hari Kamis (25/2). Kenaikan yield obligasi AS ini sempat mengguncang pasar saham. Pengukur ketakutan Wall Street melayang di level tertinggi dalam satu bulan.

Baca Juga: Wall Street rebound tipis, Nasdaq masih merosot 4,59% sepekan terakhir

Saham teknologi sangat sensitif terhadap kenaikan imbal hasil karena nilainya sangat bergantung pada pendapatan masa depan, yang didiskon lebih dalam saat suku bunga naik.

"Tidak diragukan lagi bahwa ini menjadi jalur bahwa suku bunga dapat lebih tinggi di kemudian hari," kata Andrew Mies, Chief Iinvestment Officer 6 Meridian.

Pada perdagangan akhir pekan ini, saham sektor keuangan dan energi, sektor yang berkinerja terbaik pada indeks S&P bulan ini, turun 2% dan 2,3% pada hari Jumat. Sedangkan, saham teknologi naik 0,6% dan saham semikonduktor naik 2,3%.

"Ada beberapa penarik untuk saham yang seharusnya tidak kita lupakan," kata Mies, mengutip paket bantuan ekonomi sebesar US$ 1,9 triliun dari Presiden Joe Biden di hadapan Kongres.

Indeks nilai S&P 500 turun 1,3% sedangkan indeks pertumbuhan naik 0,3% dalam pembalikan tren bulan ini.

Lonjakan awal di saham GameStop Corp melemah dan membuat saham pengecer video game itu turun 6,4% pada hari Jumat. Hal ini memberikan harapan pada reli baru minggu ini yang telah membuat analis bingung.

Di sisi ekonomi, data terbaru menunjukkan belanja konsumen AS meningkat paling tinggi dalam tujuh bulan di bulan Januari tetapi tekanan harga tetap tenang.

Saham Salesforce.com Inc turun 6,3% karena perusahaan perangkat lunak online memperkirakan laba setahun penuh di bawah ekspektasi pasar.

 

Selanjutnya: Saham-saham big cap ini paling banyak dikoleksi asing saat IHSG anjlok, Jumat (26/2)

 

Editor: Anna Suci Perwitasari
Terbaru