Emiten

Pendapatan Iklan Surya Citra Media (SCMA) Terdongkrak Piala Dunia 2022

Selasa, 22 November 2022 | 07:01 WIB   Reporter: Yuliana Hema
Pendapatan Iklan Surya Citra Media (SCMA) Terdongkrak Piala Dunia 2022

ILUSTRASI. Pendapatan iklan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) diprediksi meningkat sepanjang gelaran Piala Dunia 2022 atau FIFA World Cup 2022.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ajang Piala Dunia 2022 atau FIFA World Cup 2022 bakal menambah pundi-pundi Pendapatan iklan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).

Direktur Surya Citra Media Mutia Nandika menyebut, prospek pendapatan iklan selama Piala Dunia 2022 terlihat positif, yang terlihat dari anggapan brand maupun mengiklan.

"Ini terlihat dari tanggapan brand atau advertiser yang tertarik dan mensponsori program World Cup yang terdiri dari multiple kategori produk," jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (21/11).

Mutia bilang, tertarikan para pengiklan untuk mensponsori FIFA World Cup 2022 ini datang dari kelengkapan distribusi penayangan acara empat tahunan ini. Mulai dari free to air maupun over the top.

Baca Juga: Pasca ASO, Jumlah Pengguna Vidio Milik Surya Citra Media (SCMA) Melonjak 50%

Di bawah PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), pertandingan Piala Dunia 2022 akan ditayangkan dari free to air (FTA) melalui SCTV, Indosiar, O Channel, dan Mentari TV, direct to home Nex Parabola, hingga over the top (OTT) melalui Vidio.

"Karena lengkapnya distribusi penayangan program rangkaian FIFA World Cup 2022 tidak hanya di free-to-air TV, tapi juga di over-the-top streaming platform kami Vidio, dan supporting program di ekosistem digital media Emtek dan SCM Group," ucap dia.

Mutia menyebut, dukungan seluruh ekosistem digital di Emtek dan Grup SCMA juga membuat penonton bisa mendapatkan informasi faktual, tercepat, dengan kemasan yang menghibur di multiplatform mengenai FIFA World Cup 2022.

Per September 2022, SCMA mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 4,95 triliun. Capaian ini naik 12,77% secara tahunan dari Rp 4,39 triliun pada akhir September 2021.

Namun sisi bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih SCMA turun 28,06% menjadi Rp 830,77 miliar dari Rp 1,06 triliun.

Baca Juga: Piala Dunia 2022 Segera Bergulir, Begini Dampaknya Terhadap Pasar Saham

 

 

Selanjutnya: Simak Target Kinerja Operasional RMK Energy (RMKE) di Tahun 2023

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru