Ramai pencarian dana untuk ekspansi, cermati analisis berikut

Rabu, 28 Juli 2021 | 20:03 WIB   Reporter: Akhmad Suryahadi
Ramai pencarian dana untuk ekspansi, cermati analisis berikut

ILUSTRASI. Sejumlah emiten bakal menggelar aksi korporasi berupa rights issue maupun initial public offering (IPO).

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten bakal menggelar aksi korporasi berupa rights issue maupun initial public offering (IPO). Mayoritas penggunaan dana dari aksi korporasi ini akan digunakan sebagai modal ekspansi.

Misalnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang akan menggelar penambahan modal dengan rights issue. Penerbitan saham baru ini dilakukan terkait rencana pembentukan holding ultra mikro. Pembentukan holding ultra mikro ini akan melibatkan BBRI, Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PT Pegadaian. Bank pelat merah ini ditargetkan mengumpulkan dana segar hingga Rp 41 triliun.

Analis Senior Sucor Sekuritas Edward Lowis menilai, pembentukan holding ultra mikro akan sangat berdampak positif ke kinerja BBRI dalam jangka menengah. Holding ini akan menciptakan sinergi yang bisa dihasilkan dari merger, terutama dari sisi rasio biaya operasi yang diproyeksikan akan menurun.  Selain itu, cross selling antar produk BBRI dan Pegadaian akan semakin tinggi.

BBRI memang belum mengumumkan harga pelaksanaan rights issue. Akan tetapi jika dihitung dari jumlah saham makimum yang bisa diterbitkan dan juga target jumlah dana yang dihimpun, maka perkiraan harga terendah berada di kisaran Rp 3.350. “Besar kemungkinan harga rights issue akan di bawah harga pasar saat ini untuk menarik minat investor untuk berpartisipasi,” terang Edward saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (28/7).

Baca Juga: Buka peluang startup teknologi tercatat di Papan Utama, BEI tunggu persetujuan OJK

Selain BBRI, sejumlah bank tercatat juga akan menerbitkan saham baru dalam rangka menghimpun dana. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) misalnya, telah menyiapkan rencana penambahan modal melalui rights issue senilai Rp 11,7 triliun. Ada pula PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang akan rights issue dengan estimasi dana Rp 5 triliun.

Edward menilai, rights issue yang dilakukan dua emiten pelat merah ini wajar saja, karena BBNI dan BBTN sedang mempersiapkan diri dan modal untuk mendukung pertumbuhan kredit ketika ekonomi mulai tumbuh nantinya. “Namun apakah maraknya rights issue ini menandakan pasar saham telah pulih, kita harus melihat realisasi atau tingkat partisipasi investor publik dalam rights issue nanti. “ sambung dia.

Selain emiten perbankan, sejumlah emiten lain juga berencana menghimpun dana jumbo lewat rights issue. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) salah satunya, yang berencana rights issue sebanyak-banyaknya 7,17 miliar dengan estimasi dana yang terkumpul Rp 63,45 triliun (dengan asumsi harga terakhir).

Baca Juga: Langkahi Bukalapak (BUKA), Chandra Asri (TPIA) Siapkan Aksi Korporasi Rp 63 Triliun

Editor: Wahyu T.Rahmawati
Terbaru