Rekomendasi

Saham ANTM (Aneka Tambang) mencorong, ini rekomendasinya

Kamis, 15 Oktober 2020 | 14:17 WIB   Reporter: Akhmad Suryahadi
Saham ANTM (Aneka Tambang) mencorong, ini rekomendasinya

Saham ANTM (Aneka Tambang) mencorong, ini rekomendasinya. FOTO: ANTARA FOTO/Fauzan/pras.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham ANTM (PT Aneka Tambang Tbk ) melaju cukup signifikan sepanjang pekan ini.

Pada perdagangan sesi pertama hari ini (15/10), saham ANTM menguat 3,14% ke level Rp 985. Bahkan, harga saham antam sempat menyentuh level Rp 1.180 pada perdagangan hari ini, level tertingginya dalam lima tahun perdagangan.

Kemarin (14/10), saham ANTM naik gila-gilaan. Mengutip data RTI, saham Aneka Tambang ditutup menguat 24,84% ke level Rp 955.

Dus, dalam sepekan, saham emiten tambang pelat merah ini menguat 36,81%. Kalau dihitung sejak awal tahun atau secara year-to-date (ytd), saham ANTM sudah berada di zona hijau dengan penguatan 17,26%.

Saham ANTM (Aneka Tambang) mencorong, ini rekomendasinya

Andy Wibowo Gunawan, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengatakan, naiknya harga saham ANTM kemarin disebabkan beberapa sentimen positif, antara lain pemberitaan Pemerintah Indonesia yang akan mendirikan perusahaan baterai kendaraan listrik (electric vehicle/ EV), yaitu PT Indonesia Battery Holding.

Proyek ini melibatkan beberapa perusahaan milik negara, saham ANTM, PT Pertamina (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Selain itu, Aneka Tambang juga telah menandatangani Heads of Agreement dengan Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) dan LG Chem Ltd untuk membangun perusahaan patungan yang akan mengoperasikan pabrik baterai EV.

Andy menyebut, tren peningkatan total produksi feronikel Indonesia menunjukkan kebutuhan yang lebih tinggi akan bijih nikel, yang seharusnya menguntungkan ANTM sebagai salah satu produsen bijih nikel terbesar di Indonesia.

Dari perspektif jangka panjang, Mirae Asset Sekuritas mencatat bahwa pemerintah menargetkan total pabrik pengolahan (smelter) mencapai 52 unit pada akhir tahun 2024.

Andy menyebut, dari angka yang ditargetkan tersebut, hanya akan ada 29 unit smelter nikel atau mencerminkan 55,8% dari total smelter Indonesia yang beroperasi pada tahun 2024.

Pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang masih panjang dan juga kemungkinan tingkat suku bunga yang masih akan rendah dalam jangka panjang.

Saham ANTM (Aneka Tambang) mencorong, ini rekomendasinya

Baca Juga: Harga emas Antam hari ini naik Rp 2.000 jadi Rp 1.009.000 per gram, Kamis (15/10)

Mirae Asset Sekuritas merevisi naik asumsi harga emas global rata-rata untuk setahun penuh 2020 dan tahun depan menjadi masing-masing US$ 1.850 per ons troy dan US$ 1.800 per ons  troy. Asumsi ini naik 8,8 % dan  2,9% dari perkiraan Mirae Asset sebelumnya.

Mirae Asset juga merevisi naik target volume penjualan nickel ore ANTM untuk tahun ini, dari semula 2 juta wet metric ton (wmt) menjadi 2,5 juta wmt.

Setelah merevisi naik rata-rata harga emas global dan juga asumsi volume penjualan bijih nikel ANTM, Mirae Asset Sekuritas meningkatkan estimasi pendapatan setahun penuh ANTM untuk 2020 dan 2021, menjadi Rp 28,6 triliun dan Rp 32,2triliun. Estimasi ini masing-masing naik 12.7% dan 12.1% dari perkiraan sebelumnya.

Alhasil, Mirae Asset juga merevisi estimasi laba bersih ANTM full year pada tahun ini dan tahun depan, menjadi Rp249 miliar dan Rp386 miliar (naik 19,8% dan 24,6% dari asumsi sebelumnya).

Andy juga menaikkan rekomendasi ANTM menjadi beli (buy) dengan target harga yang lebih tinggi pula. “Kami meningkatkan target harga ANTM dari Rp 655 menjadi Rp 960 setelah merevisi perkiraan pendapatan,” ujar Andy, Kamis (15/10). 

Adapun salah satu daya tarik konstituen Indeks Kompas100 ini adalah ANTM merupakan penambang logam tanah air yang paling terdiversifikasi dan memiliki cadangan nikel yang melimpah.

Selanjutnya: Rekomendasi saham hari ini (15/10) hold dan sell: PTBA, BEST, dan BNLI

Editor: Hasbi Maulana
Terbaru