Saham-Saham Ini Laris Diborong Asing, Mana yang Menarik Dikoleksi?

Minggu, 26 Juni 2022 | 23:33 WIB   Reporter: Yuliana Hema
Saham-Saham Ini Laris Diborong Asing, Mana yang Menarik Dikoleksi?

ILUSTRASI. Pergerakan saham Bursa Efek Indonesia.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor asing tercatat melakukan net buy atau beli bersih senilai Rp 28,12 triliun dalam sepekan terakhir. Sejumlah saham primadona asing disebut-sebut dapat dilirik oleh pelaku pasar dan investor. 

Mengutip data RTI, PT Link Net Tbk (LINK) paling diserbu asing dengan net buy Rp 1,24 triliun. Berikutnya, investor asing mencatatkan beli bersih jumbo pada saham PT United Tractors Tbk (UNTR) senilai Rp 148,18 miliar.

Nilai net buy jumbo juga terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 129,68 miliar dan saham consumer goods PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 107,17 miliar

Lalu ada PT Harum Energy Tbk (HRUM) dengan net buy sejumlah Rp 99,87 miliar. Kemudian menyusul saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang di beli bersih asing sebesar Rp 72,33 miliar.

Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto menilai, saham BBCA, KLBF, UNVR masih menarik jika ada koreksi. Menurutnya, saat ini ketiga saham itu masih relatif malah secara valuasi.

Adapun price earning ratio (PER) BBCA mencapai 28,57 kali. Sementara, PER KLBF senilai 24 kali dan PER UNVR sebesar 23,55 kali.

Baca Juga: IHSG Menguat 1,5% Sepekan, Asing Malah Net Sell Rp 4,18 Triliun, Ada Apa?

"Potensial upside-nya kurang menarik, selain itu secara kinerja keuangan memang pertumbuhan masing-masing tidak sekencang saham lain sehingga tidak perlu takut tertinggal," kata Pandhu saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (26/6).

Padhu mencermati saham UNTR dan HRUM masih dalam tren penurunan. Dia mengkhawatirkan kenaikan harga komoditas sudah selesai sehingga secara momentum kurang bagus.

Equity Analyst Kanaka Hita Solvera William Wibowo bilang saham KLBF, UNVR dan HRUM masih menarik untuk dilirik. Namun dia mengingatkan untuk berhati-hati saat ingin entry.

"Investor perlu mencermati adanya peluang investor asing untuk menarik dananya dari Indonesia apabila kondisi ekonomi global semakin memburuk," jelas dia.

Sementara, Analis Jasa Utama Capital Cheryl Tanuwijaya menyebut, saham KLBF kurang menarik lantaran rentang dengan pelemahan rupiah. Namun saham-saham dalam jajaran net foreign buy lainnya masih bisa dicermati.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto

Terbaru