Tahun 2020, emiten sawit Grup Salim catatkan perbaikan bottom line

Rabu, 03 Maret 2021 | 09:55 WIB   Reporter: Nur Qolbi
Tahun 2020, emiten sawit Grup Salim catatkan perbaikan bottom line


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten Grup Salim yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, yakni PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) alias Lonsum dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencatatkan kinerja yang berbeda dari segi top line. Sepanjang 2020, pendapatan Lonsum yang fokus di segmen hulu turun 4,4% year on year (yoy) menjadi Rp 3,54 triliun, dari Rp 3,7 triliun pada 2019. 

Hal ini sejalan dengan penurunan penjualan yang terjadi di semua produk Lonsum. Secara tahunan sepanjang 2020, penjualan minyak kelapa sawit Lonsum turun 2,1% menjadi Rp 2,78 triliun, inti sawit dan produk terkait merosot 13,1% menjadi Rp 476,93 miliar, penjualan karet turun 6,4% menjadi Rp 172,88 miliar, dan produk lainnya merosot 14,6% menjadi Rp 104,62 miliar. 

Sementara itu, pendapatan Salim Ivomas yang lebih banyak bergerak di segmen hilir justru naik 6% sepanjang 2020 menjadi Rp 14,47 triliun, dari sebelumnya Rp 13,65 triliun. Penjualan minyak goreng dan lemak nabati berkontribusi sebesar 79% terhadap total pendapatan, minyak kelapa sawit 43%, sementara sisanya berasal dari penjualan inti sawit beserta produk terkait dan lain-lainnya.

Baca Juga: Sekilas kinerja Lonsum (LSIP) tahun 2020, labanya terbang 174%

Akan tetapi, meski Lonsum mencatatkan penurunan pendapatan, perusahaan ini mampu membukukan kenaikan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga 174,1%. Alhasil, laba bersih Lonsum pada 2020 mencapai Rp 696 miliar, dari Rp 253,9 miliar pada 2019.

Sementara itu, Salim Ivomas berhasil membalikkan rugi bersih Rp 546,15 miliar pada 2019 menjadi laba bersih Rp 234,28 pada 2020. Meskipun begitu, perolehan laba bersih Salim Ivomas yang notabene memiliki pendapatan yang lebih besar masih kalah dibandingkan Lonsum dari segi jumlah.

Merujuk laporan keuangan kedua emiten ini, hal tersebut terjadi karena Lonsum dapat menurunkan beban-bebannya dengan persentase yang lebih besar dibanding Salim Ivomas. Sebagai contoh, Lonsum dapat menurunkan beban penjualan dan distribusi sebesar 10,7% yoy menjadi 52,94 miliar, sedangkan Salim Ivomas hanya turun 3,6% menjadi Rp 497,92 miliar. 

Kemudian, beban umum dan administriasi Lonsum lebih rendah 29,4% yoy menjadi Rp 212,69 miliar, sedangkan Salim Ivomas cuma turun 23,7% menjadi Rp 699 miliar. Terakhir, beban operasi lain Lonsum dapat diturunkan sebesar 65,6% yoy, sementara Salim Ivomas hanya 58,5% yoy.

Selanjutnya: Tak lagi merugi, Salim Ivomas (SIMP) mengantongi laba di akhir 2020

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru