Tahun Ini, Apexindo Pratama Duta Targetkan Peningkatan Utilisasi Rig Pengeboran

Kamis, 12 Januari 2023 | 07:15 WIB   Reporter: Filemon Agung
Tahun Ini, Apexindo Pratama Duta Targetkan Peningkatan Utilisasi Rig Pengeboran


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) menargetkan peningkatan utilisasi rig untuk tahun ini.

Sekretaris Perusahaan APEX Frieda Salvantina menjelaskan, saat ini beberapa rig pengeboran milik perusahaan masih terikat kontrak.

"Tahun ini tiga rig lepas pantai perusahaan yaitu Rig Raisis, Rig Yani dan Rig Tasha, masih akan meneruskan kontrak pengeboran yang didapatkan dan sudah dimulai di tahun 2021," kata Frieda kepada Kontan, Rabu (11/1).

Frieda melanjutkan, satu rig darat APEX yakni Rig 9 pun kini dalam persiapan untuk proyek pengeboran panas bumi dari Pertamina Geothermal Energy (PGE) Ulubelu. Pengeboran dijadwalkan akan dimulai pada kuartal I tahun ini.

Baca Juga: Apexindo (APEX) Garap Kontrak Pertamina Geothermal Energy di Ulubelu Kuartal I-2023

Dengan kondisi ini, APEX menargetkan kinerja pendapatan pada tahun ini diproyeksikan tidak akan berbeda jauh dengan tahun 2022 lalu. Meski demikian, Frieda memastikan upaya peningkatan utilisasi rig masih akan terus dilakukan.

"Perusahaan juga terus berusaha mendapatkan kontrak untuk rig yang masih idle baik segmen rig lepas pantai maupun di darat," ungkap Frieda.

Selain meningkatkan utilisasi rig, APEX juga menerapkan strategi pengendalian biaya demi menjaga kinerja pada tahun ini. Meski tak merinci besaran belanja modal yang dikucurkan untuk tahun ini, Frieda menjelaskan dana yang disiapkan akan difokuskan untuk perawatan rig-rig lepas pantai.

"Juga dialokasikan untuk re-aktivasi rig-rig darat jika ada kontrak atau pekerjaan yang cocok," terang Frieda.

 

 

Tercatat, pendapatan APEX melesat 55,54% secara tahunan dari semula US$ 41,66 juta di Januari-September 2021 menjadi US$  64,80 juta di Januari-September 2022. 

Sementara itu, APEX membukukan rugi bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 63,40 juta pada Januari-September 2022 seturut kenaikan pengeluaran pada sejumlah pos beban. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru