Wall Street: Dow Jones dan S&P 500 koreksi, Nasdaq cetak rekor penutupan baru

Rabu, 07 Juli 2021 | 08:00 WIB Sumber: Reuters
Wall Street: Dow Jones dan S&P 500 koreksi, Nasdaq cetak rekor penutupan baru


KONTAN.CO.ID -  NEW YORK. Wall Street melempem usai libur panjang Hari Kemerdekaan. Bahkan, dua dari tiga indeks utama melemah terseret koreksi dari saham sektor keuangan.

Selasa (6/7), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,6% menjadi 34.577,37, indeks S&P 500 pun melemah 0,20% ke 4.343,54. Sedangkan indeks Nasdaq Composite berhasil menguat 0,17% menjadi 14.663,64.

Bagi indeks Nasdaq, ini adalah rekor penutupan baru lainnya. Sedangkan indeks Dow Jones dan S&P 500 harus tersungkur setelah sektor keuangan mencatatkan penurunan signifikan pada sesi tersebut.

Indeks bank pada S&P 500 ambles 2,5% setelah imbal hasil obligasi AS turun. Bahkan yield US Treasury tenor acuan 10 tahun berada di level terendah sejak 24 Februari.

Baca Juga: Wall Street melemah pada awal perdagangan Selasa (6/7) setelah libur panjang

Sektor keuangan, yang memiliki bobot terbesar pada indeks S&P 500, juga koreksi 1,6%. Pelemahan selanjutnya di cetak oleh saham energi. 

Data menunjukkan, aktivitas industri jasa Amerika Serikat (AS) tumbuh pada kecepatan sedang di bulan Juni, kemungkinan tertahan oleh kekurangan tenaga kerja dan bahan baku.

Menambah kehati-hatian investor, tindakan keras otoritas China mendorong aksi jual terhadap sejumlah perusahaan China yang terdaftar di AS, termasuk Didi Global Inc.

Alan Lancz, presiden Alan B. Lancz & Associates Inc., sebuah perusahaan penasihat investasi yang berbasis di Toledo, Ohio, mengatakan dengan turunnya imbal hasil Treasury, "investor mungkin khawatir ekonomi mungkin tidak sebaik yang ditunjukkan pasar saham."

Juga, investor mungkin mengambil keuntungan setelah akhir kuartal yang kuat dan serangkaian rekor baru-baru ini. "Itu adalah akhir kuartal yang bagus. Sekarang, siklus benar-benar terpukul," kata Lancz.

Indeks pertumbuhan S&P 500 berakhir naik 0,5% setelah mencapai rekor tertinggi pada hari Selasa, sedangkan indeks nilai S&P 500 turun 1%.

Pekan lalu, ketiga indeks membukukan kenaikan kuartalan kelima berturut-turut. Mereka mencapai level tertinggi baru pada hari Jumat.

Pada hari Selasa, Indeks Volatilitas Cboe, ukuran ekspektasi pasar untuk volatilitas jangka pendek, naik 1,37 poin menjadi ditutup pada 16,44, penutupan tertinggi dalam dua minggu, menyoroti kegelisahan investor.

Baca Juga: Digempur Varian Delta, kinerja saham global hampir menyentuh rekor tertinggi

Pada perdagangan ini, saham Didi Global anjlok 19,6% setelah regulator China pada akhir pekan memerintahkan agar aplikasi perusahaan tersebut dihapus. Hal ini terjadi beberapa hari setelah perusahaan itu listing di New York Stock Exchange usai mendapatkan dana segar sebesar US$ 4,4 miliar.

Perusahaan e-commerce China lainnya yang terdaftar di AS juga turun, termasuk Alibaba Group yang koreksi 2,8%, dan Baidu yang melemah 5%.

Volume di bursa AS adalah 10,12 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,8 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Selanjutnya: WHO rekomendasikan obat Roche, Sanofi untuk mengurangi risiko kematian Covid-19

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru