10 Saham Ini Jadi Top Leaders IHSG Oktober 2022, Simak Prospek dan Rekomendasinya

Selasa, 01 November 2022 | 20:19 WIB   Reporter: Nur Qolbi
10 Saham Ini Jadi Top Leaders IHSG Oktober 2022, Simak Prospek dan Rekomendasinya

ILUSTRASI. Sepanjang bulan Oktober 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat naik 0,83%.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang bulan Oktober 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat naik 0,83% ke level 7.098,89 dari level 7.040,79 pada akhir September 2022. Ada sejumlah saham yang mencatatkan kenaikan yang menopang kinerja IHSG pada Oktober 2022.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sepuluh saham teratas yang menjadi penggerak (leader) IHSG adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Jika dilihat, daftar top 10 leaders tersebut dominan diisi saham perbankan dan batubara. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas Angga Septianus mengatakan, kenaikan harga saham perbankan, terutama pada pekan terakhir Oktober 2022 didorong oleh rilis laporan keuangan kuartal ketiga 2022 yang memperlihatkan kenaikan laba bersih yang cukup masif.

"Lonjakan laba bersih yang cukup masif menjadi angin segar untuk pasar karena adanya kemungkinan pembagian dividen lebih besar dan tentu saja tren kenaikan kinerja yang kemungkinan masih berlanjut," kata Angga, Selasa (1/11).

Baca Juga: IHSG Melemah ke 7.052 Pada Selasa (1/11), Ini Saham Dengan Net Buy Terbesar Asing

Kemudian, kenaikan saham-saham batubara dipengaruhi oleh data pertumbuhan ekonomi China kuartal ketiga 2022 yang naik 3,9% secara tahunan, di atas ekspektasi para ekonom sebesar 3,4%. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi China masih cukup sehat setelah lockdown yang terjadi sebelumnya.

Menurut Angga, China patut diperhatikan karena menjadi target ekspor utama Indonesia, terutama komoditas seperti batubara. Alhasil, jika ekonomi di China bagus, maka Indonesia masih akan memperoleh permintaan dari sana.

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan, saham-saham sektor perbankan yang menjadi penyokong IHSG Oktober 2022 masih berpotensi untuk naik menuju akhir tahun. Hal ini mengacu pada indeks IDX Sector Financials yang masih terkoreksi 2,79% sejak awal tahun. "Untuk saham-saham bank, koreksi jangka pendek masih bisa terjadi sehingga sebaiknya buy on weakness saja strateginya," kata Ivan.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Melemah Pada Perdagangan Rabu (2/11), Ini Sentimennya

Untuk emiten batubara, yakni BUMI dan BYAN, pergerakannya diperkirakan masih cenderung sideways. Kemudian, KLBF potensial terkoreksi terlebih dahulu setelah setelah mengalami rally, sedangkan koreksi pada ICBP tampaknya akan segera berakhir sehingga bakal melanjutkan kenaikan sebelumnya.

Ivan merekomendasikan buy on weakness BBCA dengan target harga Rp 9.250 per saham, BMRI Rp 10.850, dan BBRI Rp 4.830 per saham. Saham lain yang menarik dicermati adalah KLBF dengan rekomendasi buy on weakness dengan target harga Rp 2.100 dan trading buy ICBP dengan target Rp 10.150 per saham.

Angga juga menyarankan pelaku pasar untuk mencermati BBRI dengan support Rp 4.490 dan resistance Rp  4.870 serta BBNI dengan support Rp 9.000 dan resistance Rp 9.900. Per perdagangan Selasa (1/11), harga saham BBCA ditutup di level Rp 8.800 per saham, BMRI Rp 10.400 per saham, BBRI Rp 4.660 per saham, BBNI Rp 9.400 per saham, KLBF Rp 1.985 per saham, dan ICBP Rp 9.500 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati

Terbaru