KONTAN.CO.ID - Simak daftar saham milik Grup Bakrie per 2026. Grup Bakrie, sebagai salah satu konglomerasi tertua dan paling berpengaruh di Indonesia sejak didirikan pada 1942, menunjukkan kekuatan luar biasa melalui diversifikasi bisnis yang luas dan ketahanan di berbagai siklus ekonomi.
Portofolio mencakup sektor pertambangan (batubara melalui BUMI, mineral via BRMS), energi (migas di ENRG), agribisnis (sawit dan karet di UNSP), properti (ELTY dan JGLE), hingga logistik (ALII).
Termasuk inovasi masa depan seperti kendaraan listrik (VKTR), Grup Bakrie mampu menangkap peluang dari komoditas hingga transisi energi.
Baca Juga: Orang Terkaya Indonesia Borong Tiga Saham Berikut Saat Harga Saham Anjlok
Daftar lengkap perusahaan-perusahaan di bawah Grup Bakrie yang tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX) hingga awal 2026, beserta ringkasan bisnis utama, sejarah singkat, serta update terkini berdasarkan kondisi pasar saat ini.
Sebagai catatan, emiten lama seperti PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) tidak lagi aktif atau suspended secara permanen oleh BEI.
Informasi ini mencakup emiten induk dana anak usaha secara langsung atau tidak langsung dikendalikan oleh keluarga Bakrie (melalui holding seperti BNBR), dengan fokus pada emiten yang masih aktif trading.
Baca Juga: Peluang Cuan: 7 Emiten Buyback, Harga Saham Berpotensi Naik, Cek yang Layak Beli
Daftar Saham Grup Bakrie
1. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)
Melansir BEI, sebagai holding company inti Grup Bakrie yang berdiri sejak 1942 dan go public pada 1989, BNBR beroperasi sebagai perusahaan investasi dengan portofolio sangat beragam.
Bisnis utamanya meliputi manufaktur pipa baja dan bahan bangunan (sejak era 1950-an), perdagangan umum, jasa konstruksi, agribisnis, pertambangan batubara serta mineral, minyak dan gas, hingga infrastruktur dan telekomunikasi.
BNBR berperan besar dalam pembangunan infrastruktur nasional. Di awal 2026, saham BNBR menunjukkan penguatan signifikan (naik lebih dari 60% year-to-date di periode tertentu), didorong oleh aksi korporasi, kuasi-reorganisasi yang telah selesai, dan sentimen positif pasar.
2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Awalnya bergerak di sektor perhotelan dan pariwisata, perusahaan ini kini menjadi salah satu raksasa pertambangan batubara di Indonesia sejak 1990. Fokus utama pada eksplorasi, penambangan, dan penjualan batu bara termal, serta minyak bumi melalui anak usaha.
BUMI mengendalikan beberapa tambang besar dan menjadi flagship sektor sumber daya alam Grup Bakrie. Pada 2026, saham BUMI sering memimpin volume transaksi tinggi dan menjadi buruan investor asing, terutama setelah masuknya investor strategis seperti afiliasi Grup Salim (melalui Mach Energy yang menguasai porsi besar).
3. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP)
Emiten agribisnis yang mengelola perkebunan kelapa sawit dan karet secara terintegrasi sejak 1990. Selain produksi crude palm oil (CPO), perusahaan ini juga mengoperasikan pabrik pengolahan oleokimia serta karet alam dan produk turunannya. UNSP mendukung strategi diversifikasi Grup Bakrie ke sektor perkebunan berkelanjutan.
4. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY)
Perusahaan properti terintegrasi yang go public pada 1995. Fokus pada pengembangan superblok, perumahan, perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, dan taman hiburan. ELTY dikenal sebagai pionir kawasan mixed-use skala besar di Jakarta dan sekitarnya, meskipun pernah menghadapi tantangan keuangan di masa lalu.
Baca Juga: Peluang Cuan: 7 Emiten Buyback, Harga Saham Berpotensi Naik, Cek yang Layak Beli
5. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
Emiten hulu migas yang beroperasi sejak 2004, fokus pada eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak mentah, gas alam, serta coal bed methane (CBM).
ENRG mengelola blok-blok strategis di Indonesia dan Mozambik, berkontribusi pada pasokan energi nasional. Di 2026, saham ENRG termasuk yang mengalami lonjakan harga signifikan seiring tren komoditas energi.
6. PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
Perusahaan kontraktor pertambangan yang beroperasi sejak 1996, menyediakan jasa pendukung seperti pengupasan overburden, pengangkutan batubara, dan layanan tambang umum lainnya. DEWA menjadi mitra utama bagi emiten tambang Grup Bakrie seperti BUMI. Pada awal 2026, saham DEWA mencapai rekor tertinggi baru dan aktif ditransaksikan.
7. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
Fokus pada pertambangan mineral non-batubara, termasuk eksplorasi dan pengembangan emas, tembaga, seng, timbal, bijih besi, dan berlian.
Operasi tersebar di Indonesia (seperti proyek Poboya) serta Afrika Barat. BRMS melengkapi portofolio mineral Grup Bakrie dan pada 2026 juga menarik minat asing serta mencatat penguatan harga.
8. PT Visi Media Asia Tbk (VIVA)
Perusahaan induk media yang didirikan 2005 dan go public 2011. Mengelola anak usaha di bidang penyiaran TV, konten digital, dan layanan media lainnya, dengan adaptasi ke tren digitalisasi.
Baca Juga: Saham LAJU Sempat Melesat, Cek Profil Emiten Logistik hingga Kinerja Keuangan
9. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
Spesialis konten hiburan dan keluarga, terutama untuk anak-anak, sejak 2008 dan listing pada 2014. MDIA memperkuat kehadiran Grup Bakrie di sektor media hiburan.
10. PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE)
Mengoperasikan taman hiburan seperti Jungleland Adventure Theme Park dan The Jungle Water Park di Bogor, sekaligus pengembangan properti terpadu. JGLE mendiversifikasi bisnis ke sektor rekreasi dan leisure.
11. PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
Emiten logistik yang IPO pada awal 2024 (efektif Januari 2024), menawarkan jasa pengangkutan laut, transhipment, dan layanan maritim. Perusahaan ini menawarkan miliaran saham dengan harga sekitar Rp268–Rp278 per saham saat IPO.
Hingga 2026, ALII sudah aktif trading (suspensi sempat dicabut Januari 2026), dengan dana IPO sebagian besar digunakan untuk memperkuat armada dan anak usaha.
Artikel ini menyajikan daftar emiten dan informasi faktual tentang profil awal Grup Bakrie.
Tonton: Sanksi Pajak Baru: Blokir Akses Publik
Selanjutnya: 17 Orang Tewas Akibat Longsor di Bandung Barat, Tim SAR Terus Lakukan Pencarian
Menarik Dibaca: 10 Promo Payday Januari, Makan Enak di J.CO hingga HokBen Tanpa Bikin Kantong Bolong
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News