KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Infomarsi penting untuk para investor pemburu saham perdana melalui hajatan initial public offering (IPO) di bursa efek Indonesia. Hajatan IPO akan kembali marak terjadi pada awal tahun 2026 ini.
Ada sejumlah perusahaan akan melakukan IPO saham dalam waktu dekat. Sepanjang tahun 2025, IPO saham selalu laris manis dan memberikan banyak cuan kepada investor.
Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat 7 perusahaan yang tengah persiapan IPO saham. Menariknya, mayoritas perusahaan dalam antrean tersebut merupakan entitas dengan aset berskala besar.
Baca Juga: Harga Saham Bank Blue Chip Terus Naik Diikuti Bank Lapis 2, Cek yang Layak Beli?
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pipeline pencatatan saham masih diisi oleh tujuh calon emiten. “Hingga saat ini, terdapat 7 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Nyoman dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).
Dari jumlah tersebut, sebanyak lima perusahaan memiliki total aset di atas Rp 250 miliar sehingga masuk dalam kategori perusahaan berskala besar. Sementara itu, satu perusahaan tercatat memiliki aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar atau berskala menengah. Adapun satu perusahaan lainnya masuk kategori kecil dengan aset di bawah Rp 50 miliar.
Dari sisi sektor usaha, antrean IPO BEI cukup beragam. Terdapat satu perusahaan dari sektor basic materials, dua perusahaan dari sektor finansial, satu perusahaan sektor energi, satu perusahaan sektor industri, satu perusahaan sektor teknologi, serta satu perusahaan dari sektor transportasi dan logistik.
Namun demikian, hingga 15 Januari 2026, belum ada perusahaan yang secara resmi melantai di bursa. Aktivitas pasar modal pada awal tahun ini masih didominasi oleh penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS).
Tonton: Butuh Rp 74 Triliun Pulihkan Infrastruktur Sumatra, Menteri PU Siapkan Rencana Induk
BEI mencatat, pada periode yang sama, telah diterbitkan sebanyak sembilan emisi dari tujuh penerbit EBUS dengan total dana terhimpun mencapai Rp 5,85 triliun. Selain itu, masih terdapat sepuluh emisi dari lima penerbit EBUS yang berada dalam antrean penerbitan.
Di luar IPO, aksi korporasi lainnya juga terus berjalan. Hingga pertengahan Januari 2026, sebanyak tiga perusahaan telah menyelesaikan aksi rights issue dengan total nilai mencapai Rp 2,90 triliun. Sementara itu, satu perusahaan dari sektor properti dan real estate masih berada dalam antrean untuk melaksanakan rights issue.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun IPO belum ramai pada awal tahun, aktivitas pendanaan di pasar modal masih berlangsung aktif melalui instrumen lain.
Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/01/16/192000526/awal-tahun-bei-sebut-ada-7-perusahaan-siap-ipo.
.
Selanjutnya: Ada Banyak Keutamaan, Intip Jadwal Puasa Sunah Bulan Syaban 1447 Hijriah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News