Ada Isu Kenaikan Harga Pertalite, Apakah Saham ASII Masih Prospektif?

Selasa, 23 Agustus 2022 | 08:25 WIB   Reporter: Yuliana Hema
Ada Isu Kenaikan Harga Pertalite, Apakah Saham ASII Masih Prospektif?


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Pertalite dan Biosolar. Jika harga BBM naik, bagaimana prospek saham PT Astra International Tbk (ASII) ke depan?

Harga saham ASII pada perdagangan Senin 22 Agustus 2022 ditutup di level 6.925 turun 50 poin atau 0,72% dibandingkan sehari sebelumnya. Dalam lima hari perdagangan terakhir, harga saham ASII cenderung stabil di level 6.925.

Namun sejak awal tahun 2022 atau secara ytd, harga saham ASII sudah naik 1.200 poin atau 20,96%.

 

Kenaikan harga BBM Pertalite dan Biosolar berpotensi menekan penjualan otomotif, termasuk di Astra Internasional. Namun analis tetap rekomendasi beli saham ASII. Secara fundamental, ASII bakal memiliki kinerja yang bagus.

Head of Research Jasa Capital Utama Cheril Tanuwijaya rekomendasi beli saham ASII dengan target harga Rp 7.450 per saham. Ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 yang selesai diselenggarakan akhir pekan lalu diproyeksikan bakal bisa mendongkrak kinerja penjualan

Menurut Cheril, pameran otomotif bisa berpotensi jadi sentimen positif yang makin mendukung tren kenaikan penjualan mobil termasuk mobil ASII. "Berpotensi jadi sentimen positif yang makin mendukung tren kenaikan penjualan mobil domestik di tengah berlangsungnya pemulihan ekonomi domestik," kata Cheril kepada Kontan.co.id, akhir pekan lalu.

Baca Juga: Ditopang Sektor Pertambangan, Penjualan UD Trucks Sudah Tembus 1.000 Unit

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus juga rekomendasi beli saham ASII dengan target harga Rp 8.000 per saham.

Namun, Nico mengingatkan potensi kenaikan penjualan mobil juga kembali lagi pada situasi dan kondisi daya beli masyarakat di tengah kenaikkan harga barang pokok.

"Chip semikonduktor yang masih langka, apalagi jika tercetus perang China – Taiwan, ini akan semakin menekan pasar otomotif sebab produsen chip terbesar dunia berasal dari Taiwan," ucap Nico.

Selain itu, Nico mencermati adanya rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga turut berpotensi menghambat permintaan mobil ke depannya.

Meski demikian, penjualan Astra Internasional masih bisa naik karena pertumbuhan industri pertambangan. Selain menjual mobil perorangan, Astra Internasional juga memiliki lini bisnis di kendaraan pertambangan dan alat berat.

Itulah rekomendasi saham ASII untuk perdagangan hari ini, Selasa 23 Agustus 2022. Ingat disclaimer on, segala risiko investasi atas rekomendasi saham ASII di atas menjadi tanggung jawab Anda sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru