Archi Indonesia (ARCI) telah serap capex US$ 10,6 juta sampai September 2021

Kamis, 14 Oktober 2021 | 07:25 WIB   Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Archi Indonesia (ARCI) telah serap capex US$ 10,6 juta sampai September 2021

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) terus mendorong program eksplorasi demi meningkatkan cadangan bijih emas. 

Sekretaris Perusahaan Archi Indonesia Harry Margatan mengatakan saat ini belanja modal ARCI sebagian besar telah dikeluarkan untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan peningkatan kapasitas pabrik pengolahan.  Sebagai informasi, pada tahun ini, Archi Indonesia  menyiapkan capital expenditure (capex) sebesar US$ 70 juta hingga US$ 80 juta. 

"Untuk kegiatan eksplorasi sendiri, Perseroan telah mengeluarkan biaya sekitar US$ 10,6 juta atau setara dengan Rp 151 miliar (periode Januari 2021 sampai dengan September 2021)," jelasnya kepada Kontan.co.id, Selasa (12/10). 

Harry menegaskan, untuk agenda bisnis di sisa tahun ini, ARCI sedang berfokus melanjutkan kegiatan eksplorasi. Dia berharap lewat upaya ini dapat meningkatkan jumlah Sumber Daya Emas Perseroan yang dapat dituangkan di Laporan JORC.

Archi berencana untuk terus mendorong kegiatan eksplorasinya dengan menargetkan area proyek Near-mine, Koridor Barat dan Greenfields.  Diharapkan akan memberikan sekitar 5,3 juta ons hingga  13,0 juta ons tambahan Cadangan Bijih emas berdasarkan studi yang dilakukan oleh pakar industri Energy and Mineral Technology International (ENMITECH) selanjutnya telah diverifikasi oleh konsultan industri independen, SRK Consulting Group (SRK).

Baca Juga: Archi Indonesia (ARCI) dorong eksplorasi tambang emas di koridor barat Toka Tindung

Salah satu perkembangan terbaru, melalui program eksplorasi ARCI telah mengidentifikasi beberapa target wilayah yang terpisah dari lokasi cadangan emas Bima-Arjuna. 

Ken Crichton, Direktur Utama dan Chief Executive Officer Archi menjelaskan, tim geologis telah mengenali potensi dari Koridor Barat akan sama besar dengan tambang Toka Tindung saat ini di Koridor Timur. "Di mana lebih dari 6 juta ons emas telah berhasil ditemukan di sana dan sebesar 2 juta ons telah berhasil ditambang sejak pertama kali berproduksi pada tahun 2011," jelasnya. 

 

 

Tambang Emas Toka Tindung merupakan salah satu tambang emas terbesar yang memiliki 2 Kontrak Karya (KK) yang dimiliki oleh Entitas Anak yang dimiliki sepenuhnya oleh Archi, yakni PT Meares Soputan Mining  dan PT Tambang Tondano Nusajaya. Kedua KK ini berlaku hingga tahun 2041 dengan potensi 2  kali perpanjangan, masing-masing dengan periode maksimum 10 tahun.

Perkembangan lainnya, Ken mengatakan, pihaknya melihat beberapa kemajuan yang menjanjikan dari hasil pengeboran di lokasi cadangan emas Bima-Arjuna di Koridor Barat yang sebagian memiliki kadar yang sangat tinggi. 

"Lebih jauh, hasil ini membangun kepercayaan diri kami jika Tambang Emas Toka Tindung merupakan salah satu aset tambang emas terbaik di Indonesia dengan potensi eksplorasi yang signifikan," ujarnya. 

Selanjutnya: Eksplorasi ARCI di Koridor Barat hasilkan penambahan signifikan cadangan emas

 

Editor: Handoyo .
Terbaru