BBYB BKSL NCKL HRTA Masuk Indeks Ekonomi 30 Mulai 2 Maret 2026, Cek yang Layak Beli!

Kamis, 26 Februari 2026 | 04:25 WIB
BBYB BKSL NCKL HRTA Masuk Indeks Ekonomi 30 Mulai 2 Maret 2026, Cek yang Layak Beli!

ILUSTRASI. BBYB BKSL NCKL HRTA Masuk Indeks Ekonomi 30 Mulai 2 Maret 2026, Cek yang Layak Beli!


Reporter: Rashif Usman  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anggota Indeks Economic 30 di Bursa Efek Indonesia (BEI) berubah mulai 2 Maret 2026. Ada lima saham baru yang menggantikan lima saham lama di Indeks Economic 30. Lalu, apakah saham baru di Indeks Economic 30 memiliki potensi cuan untuk investasi? 

Indeks Economi 30 adalah indeks baru di BEI yang meluncur pada 12 Juli 2024 lalu. Indeks ini ini mengukur kinerja harga dari 30 saham cyclical berdasarkan subsektor dari IDX Industrial Classification (IDXIC) yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar, serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

Indeks Economy 30 mencakup saham dari berbagai sektor cyclical yang dikenal memiliki kinerja yang signifikan dipengaruhi oleh perubahan siklus ekonomi, termasuk di antaranya sektor finansial, barang konsumen nonprimer, hingga infrastruktur.

Baca Juga: WMUU Right Issue: Risiko Dilusi Mengintai Jika Anda Tak Bertindak

Terbaru, BEI merilis hasil evaluasi mayor terhadap konstituen indeks Economic 30. Berdasarkan keterbukaan informasi pada Senin (23/2/2026), terdapat lima saham baru yang masuk ke dalam indeks tersebut.

Kelima emiten itu adalah PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Sementara itu, lima saham yang keluar dari indeks yakni PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT MD Pictures Tbk (FILM), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), serta PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Komposisi baru ini efektif berlaku mulai 2 Maret hingga 31 Agustus 2026 mendatang.

Retail Research Analyst Sinarmas Sekuritas Cindy Alicia Ramadhania mengatakan perubahan komposisi indeks Economic30 berpotensi mempengaruhi likuiditas dan harga saham, terutama dalam jangka pendek. 

"Ketika suatu saham masuk ke dalam indeks yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia, biasanya terjadi peningkatan perhatian dari investor," kata Cindy kepada Kontan, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga: 3 Saham Ini Masuk UMA BEI: Investor Jangan Sampai Terjebak Risiko Volatilitas Harga

Manajer investasi yang menggunakan indeks sebagai acuan akan melakukan penyesuaian portofolio (rebalancing), sehingga volume transaksi saham yang masuk cenderung meningkat. Dampaknya, likuiditas naik dan harga berpotensi menguat menjelang atau saat periode efektif berlaku. 

Sebaliknya, saham yang keluar dari indeks umumnya mengalami tekanan jual sementara karena ada penyesuaian portofolio dari dana yang sebelumnya mengacu pada indeks tersebut. 

Namun, perlu digarisbawahi bahwa efek ini biasanya bersifat jangka pendek. Dalam jangka menengah hingga panjang, pergerakan harga tetap akan kembali ditentukan oleh fundamental perusahaan masing-masing. 

"Terkait fungsi sebagai benchmark, Economic 30 bisa menjadi benchmark alternatif bagi investor, tetapi untuk saat ini masih lebih tepat diposisikan sebagai pelengkap, bukan pengganti benchmark utama pasar saham Indonesia," tambah Cindy.

Cindy berpandangan saham yang cukup menarik untuk dicermati yaitu HRTA yang bergerak di sektor emas, hal ini karena HRTA mendapat sentimen positif dari harga emas yang masih bertahan di level tinggi sehingga berpotensi mendorong volume penjualan. 

Dengan model bisnis ritel emas serta kemitraan strategis bersama BSI terkait bullion bank dan produk emas batangan, HRTA memiliki katalis pertumbuhan yang solid untuk menangkap kenaikan permintaan emas.

Cindy menyarankan speculative buy saham HRTA di target harga Rp 3.060 hingga Rp 3.150 per saham.

Indika Energy (INDY) Uji Coba Truk Kontainer EV untuk Toyota Tsusho

Selanjutnya: DeepSeek: Mengapa Raksasa AI China Abaikan Chip Amerika?

Menarik Dibaca: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Pontianak Hari Ini Kamis 26 Februari 2026 Lengkap

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru