Bursa Rabu (31/8) Segera Dibuka, Cek Rekomendasi Saham ADRO Yang Harganya Naik Tinggi

Rabu, 31 Agustus 2022 | 08:25 WIB   Reporter: Adi Wikanto, Akhmad Suryahadi
Bursa Rabu (31/8) Segera Dibuka, Cek Rekomendasi Saham ADRO Yang Harganya Naik Tinggi


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) segera membuka jam perdagangan saham edisi hari Rabu 31 Agustus 2022. Salah satu rekomendasi saham yang perlu dicermati pada perdagangan hari ini adalah saham saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO).

Harga saham ADRO pada perdagangan Rabu (30/8/2022) ditutup di level 3.540 naik 80 poin atau 2,31% dibandingkan sehari sebelumnya. Harga saham ADRO ini sudah mendekati level tertinggi sepanjang sejarah yang terjadi pada 7 Juni 2022 di level 3.650.

Dalam perdagangan 5 hari terakhir, harga saham ADRO terakumulasi meningkat 220 poin atau 6,63%. Sedangkan secara year to date (ytd) atau sejak awal tahun, harga saham ADRO naik 1.170 poin atau 49,37%.

 

 

Analis Sinarmas Sekuritas Axel Leonardo masih mempertahankan rekomendasi buy untuk saham ADRO dengan target harga Rp 3.800. Alasannya, ADRO masih memiliki prospek yang bagus.

Disisi lain, kinerja ADRO sejauh ini juga bagus. ADRO berhasil mencetak kinerja mentereng sepanjang semester pertama 2022. Emiten pertambangan batubara ini membukukan laba bersih senilai US$ 1,21 miliar. 

Nilai laba bersih ADRO ini melejit 613% dari realisasi laba bersih pada periode yang sama tahun lalu yang hanya US$ 169.964.

Menurut Axel Leonardo, laba bersih ADRO selama periode semester pertama 2022 berada di atas estimasi yang dipasang, yakni sebesar 67% dan di atas konsensus yakni sebesar 64%.

Melejitnya laba bersih ADRO sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. Konstituen Indeks Kompas100 ini membukukan pendapatan  senilai US$ 3,54 miliar. Jika dibandingkan dengan realisasi pendapatan di semester pertama 2021 sebesar US$ 1,56 miliar, pendapatan ADRO naik hingga 127% secara tahunan atau  year-on-year (yoy).

Baca Juga: Kinerja Adaro Energy (ADRO) Semester I 2022 Catat Rekor, Ini Pendorongnya

Pendapatan usaha (ADRO) yang naik hingga 127% secara tahunan, terutama didorong kenaikan pada harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) sebesar 117%. 

Cuaca buruk, kelangkaan pasokan, dan peristiwa geopolitis mendorong harga batubara ke levelnya yang tertinggi dalam sejarah, yang pada akhirnya menyokong kenaikan ASP milik ADRO.

Axel menilai, kenaikan pendapatan ADRO sebenarnya tidak hanya didorong oleh kenaikan ASP, tetapi juga kenaikan volume penjualan sebesar 7% secara tahunan menjadi 27,5 juta ton.

“Berdasarkan estimasi kami, ASP ADRO masih akan tetap tinggi di paruh kedua 2022, didorong oleh tingginya permintaan global, khususnya dari China dan negara-negara Eropa,” terang Axel  saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (30/8).

Royalty baru berdampak minim

Sebagai gambaran, pemerintah menyetujui penetapan kenaikan tarif royalti batubara bagi perusahaan pemegang izin usaha pertambangan (IUP).

Tarif royalti yang ditetapkan pemerintah dalam aturan baru tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan regulasi sebelumnya. Pada aturan sebelumnya tarif royalti maksimal 7%, sementara pada aturan baru naik menjadi 13,5%.

Axel mengatakan, sampai dengan semester pertama 2022, tambang ADRO yang memiliki izin jenis IUP adalah Balangan dan MIP yang berkontribusi masing-masing hanya 9% dan 4% terhadap keseluruhan produksi.

Maka dari itu, berkaitan dengan kebijakan kenaikan tarif royalti untuk konsesi IUP baru-baru ini, Sinarmas Sekuritas memperkirakan dampaknya akan sangat kecil bagi ADRO.

Itulah rekomendasi saham ADRO untuk perdagangan hari ini, Rabu 31 Agustus 2022. Ingat disclaimer on, segala risiko investasi atas rekomendasi saham ADRO di atas menjadi tanggung jawab Anda sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru