Dibayangi Isu Resesi dan Kenaikan Inflasi, Simak Proyeksi IHSG pada Selasa (4/10)

Selasa, 04 Oktober 2022 | 05:25 WIB   Reporter: Akhmad Suryahadi, Yuliana Hema
Dibayangi Isu Resesi dan Kenaikan Inflasi, Simak Proyeksi IHSG pada Selasa (4/10)

KONTAN.CO.ID -   JAKARTA. Sejumlah sentimen diyakini masih membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (3/10).

Analis Panin Sekuritas Christian Anderson Yuwono menyebut, salah satu sentimen penggerak pasar yakni data inflasi di Indonesia yang dirilis pada Senin (3/10).

Sebagai gambaran, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi September mencapai 1,17% dibandingkan Agustus 2022 dan 5,95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: IHSG Terkoreksi, Saham-saham Ini Banyak Dijual Asing pada Awal Pekan

Sementara dari eksternal, pasar saham diwarnai isu resesi yang muncul di beberapa negara di Asia.

“Ini berdampak kepada melemahnya ekonomi di Negara Asia,” terang Christian kepada Kontan.co.id, Senin (3/10).

Pada perdagangan Selasa (4/10), Christian memproyeksikan IHSG akan diperdagangkan dengan level support di 6.926 dan resistance di 7.134.

Analis Artha Sekuritas Dennis Christopher Jordan mengatakan, pergerakan IHSG masih dibayangi kekhawatiran dari pelemahan nilai tukar rupiah serta tingkat inflasi per September yang tinggi.

Di sisi lain, rapat darurat Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed turut mendorong kekhawatiran investor secara global.

Baca Juga: IHSG Melemah ke 6.949 Pada Senin (3/10), Net Buy Asing Rp 34 Miliar

Secara teknikal, candlestick membentuk long black body dengan stochastic bergerak di area oversold. Ini mengindikasikan potensi pelemahan, namun dengan rentang yang terbatas.

Dennis memprediksi IHSG melemah pada perdagangan Selasa (4/10). Level Support pertama berada di 6.987 dan support kedua berada di level 6.965. Sementara resistance kedua di level 7.069 dan resistance pertama di level 7.039.

Sebagai gambaran, IHSG ditutup melemah 0,44% ke level 7.009,718 pada perdagangan Senin (3/10). Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 28,73 miliar di pasar reguler. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru