Harga Saham GOTO Merosot, Apakah Masih Bagus untuk Investasi?

Rabu, 27 April 2022 | 08:30 WIB   Reporter: Yuliana Hema
Harga Saham GOTO Merosot, Apakah Masih Bagus untuk Investasi?


KONTAN.CO.ID -

JAKARTA. Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali turun dalam pada perdagangan Selasa 26 April 2022. Padahal, agen stabilisasi harga atau greenshoe kembali membeli jutaan saham GOTO di bursa kemarin. Dengan penurunan harga saham GOTO yang semakin dalam, apa yang harus dilakukan investor?

Mengutip data RTI, saham GOTO tersungkur 5,49% ke level Rp 310 pada akhir perdagangan hari Selasa (26/4/2022). Padahal, saham GOTO dibuka melesat ke posisi Rp 348 per saham.

Namun, setelah itu GOTO masuk ke zona merah dan terus bergerak di zona merah. Pada pukul 09:26 WIB, saham GOTO jatuh hingga 6,1% dibandingkan posisi penutupan kemari ke posisi Rp 308 per saham.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), agen stabilisasi saham GOTO, CGS-CIMB Sekuritas mengumumkan, kembali melakukan tugasnya dengan membeli 16,81 juta saham di harga rata-rata Rp 310 pada perdagangan hari ini.

Dengan begitu, jumlah akumulasi saham GOTO yang telah dibeli dari pasar mencapai 98,76% dari alokasi saham 6,09 miliar saham. Dari pembelian ini, total dana yang telah digelontorkan untuk stabilisasi harga GOTO mencapai Rp 2,02 triliun.

Alhasil, sisa saham GOTO yang bisa dibeli untuk program greenshoe tinggal 1,24% lagi atau setara 75,43 juta saham. Seperti diketahui, GOTO menggunakan instrumen stabilisasi harga dengan skema greenshoe untuk menjaga harga saham GOTO agar tidak lebih rendah dari harga IPO sebesar Rp 338 per saham.

Baca Juga: IHSG Menguat Terbatas, Cermati Saham Rekomendasi untuk Rabu (27/4)

Rekomendasi untuk investor

Dengan pelaksanaan greenshoe tersebut, jumlah saham GOTO di pasar semakin berkurang. Sisa alokasi saham GOTO yang bisa dibeli makin tipis.

Analis fundamental B-Trade Raditya Pradana mencermati meskipun bisnis GOTO memiliki ekosistem yang solid, tetapi perusahaan masih mencatatkan kerugian yang menjadi salah satu pemberat pergerakan GOTO. "Sentimen pemberat lainnya, potensi kenaikan suku bunga pada semester kedua tahun ini, berpotensi meningkatkan beban bunga dari GOTO," kata Raditya kepada Kontan.co.id, Senin (25/4).

Raditya menilai untuk jangka pendek saham GOTO masih belum menarik untuk dicermati. "Alasan untuk tidak buy saat ini, diantaranya hingga saat ini, belum mampu mencatatkan keuntungan bersih secara tahunan, dalam proyeksi laporan keuangan 5 tahun ke depan, GoTo juga berpotensi masih mencatatkan kerugian bersih," papar Raditya.

Sentimen pemberat lainnya datang dari rencana kenaikan suku bunga oleh The Fed menjadi pemberat terutama untuk sektor teknologi. Hal ini karena dapat berpotensi meningkatkan beban bunga emiten-emiten teknologi.

Namun, untuk jangka panjang bisa menjadi menarik karena IPO GOTO menjadi salah satu transformasi terbesar bagi emiten teknologi di Indonesia. Dia menjabarkan ada beberapa pertimbangan untuk investasi saham GOTO dalam jangka panjang, yakni GOTO memiliki prospek dan ekosistem yang kuat, ditambah tingginya euforia masyarakat.

Selain itu, apabila emiten-emiten teknologi sudah mendominasi bursa (seperti di AS), saham GOTO menjadi salah satu yang potensial.

Itulah rekomendasi saham GOTO untuk perdagangan hari ini, Rabu 27 April 2022. Ingat, disclaimer on, segala risiko investasi atas rekomendasi saham GOTO di atas menjadi tanggung jawab Anda sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru