KONTAN.CO.ID - Jakarta. Sempat mengalami penurunan tajam, harga saham emiten milik taipan Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO) mulai bangkit belakangan ini. Apakah kebangkitan harga saham PTRO menjadi momentum tepat untuk mendapatkan cuan dari saham ini?
Harga saham PTRO pada perdagangan Rabu 25 Februari 2026 ditutup di level 6.775, naik 125 poin atau 1,88% dibandingkan sehari sebelumnya. Pada awal tahun 2026, harga saham PTRO sempat mencapai 12.900 pada 15 Januari.
Namun sejak saat itu harga saham PTRO terus merosot. Bahkan, pada awal Februari ini, harga saham PTRO sempat berada di level 5.725.
Kini, harga saham PTRO mulai bangkit seiring kabar aksi korporasi. Terbaru, PTRO menggelar aksi korporasi dengan mengakuisisi dua perusahaan jasa pelabuhan yaitu PT Vista Maritim Asia dan PT Nusantara Arung Samudera.
Baca Juga: WMUU Right Issue: Risiko Dilusi Mengintai Jika Anda Tak Bertindak
Sekretaris Perusahaan Petrosea Anto Broto menjelaskan akuisisi ini dilakukan PTRO melalui entitas anak yang dimiliki secara tidak langsung yaitu PT Petrosindo Sinergi Alur dan PT Petrosindo Sinergi Samudera.
PT Petrosindo Sinergi Alur akan membeli 60% saham PT Vista Maritim Asia dari Kastomo sebesar 55% dan Jalu Yoho Santoso 5% dengan total nilai transaksi sebesar Rp 550 juta.
Sementara, PT Petrosindo Sinergi Samudera mencaplok 55% saham PT Nusantara Arung Samudera dengan nilai Rp 550 juta. Rinciannya, 45% saham milik Karena Nathani dan 10% milik Maifian Juni Chandra.
“Pengambilalihan saham ini akan memperkuat sinergi operasional melalui integrasi rantai nilai pit-to-port guna mendukung ekspansi usaha PTRO,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Rabu (25/2/2026).
Rekomendasi Saham
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta bilang akuisisi dua perusahaan jasa pelabuhan itu merupakan langkah strategis untuk memperkuat rantai logistik sekaligus memperluas sumber pendapatan.
Menurutnya, langkah korporasi ini tidak hanya mendukung kebutuhan internal grup, tetapi juga membuka peluang layanan logistik bagi emiten lain. Dia menilai ini sejalan dengan upaya diversifikasi bisnis non-batubara.
“Akuisisi ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan logistik dan infrastruktur bagi emiten lainnya serta mendorong diversifikasi ke sektor pelabuhan dan konstruksi khusus,” jelasnya kepada Kontan, Rabu (25/2/2026).
Nafan menyebut ekspansi tersebut dapat mengurangi ketergantungan PTRO terhadap volatilitas harga batubara yang selama ini menjadi faktor utama kinerja. Diversifikasi dinilai penting di tengah siklus komoditas yang fluktuatif.
“Dengan akuisisi ini, perusahaan bisa menciptakan efisiensi logistik sehingga berpotensi meningkatkan kinerja top line dan margin keuntungan,” ucap Nafan.
Dia menyoroti sinergi aset pelabuhan dapat memperbaiki struktur biaya karena perusahaan tidak lagi bergantung pada pihak ketiga. Efisiensi ini berpotensi mendorong peningkatan laba bersih dalam jangka menengah.
Dari sisi pergerakan saham, Nafan mencermati PTRO masih dalam fase bearish consolidation. Dia menyarankan investor untuk wait and see. Adapun PTRO diproyeksikan akan bergerak di kisaran Rp 5.200–Rp 8.275.
Selanjutnya: Prakiraan Cuaca Jabar Kamis (26/2): Wilayah Cianjur hingga Sukabumi Diguyur Hujan
Menarik Dibaca: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Pontianak Hari Ini Kamis 26 Februari 2026 Lengkap
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News