Hingga Kuartal III-2022, Laba Bersih PGN Tembus Rp 4,54 Triliun

Rabu, 09 November 2022 | 07:45 WIB   Reporter: Akmalal Hamdhi
Hingga Kuartal III-2022, Laba Bersih PGN Tembus Rp 4,54 Triliun

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencetak kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama 2022. Emiten pelat merah ini mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan ke entitas induk senilai US$ 310,5 juta atau setara dengan Rp 4,54 triliun jika menggunakan kurs Rp 14.612 per dolar AS.

Sebagai perbandingan, realisasi laba bersih ini naik 8,6% dari laba bersih yang direalisasikan pada periode yang sama tahun lalu yakni US$ 286,21 juta.

Naiknya  laba bersih tidak terlepas dari kenaikan  pendapatan, dimana PGAS mencetak pendapatan sebesar US$ 2,6 miliar, naik 17,16% secara year-on-year (YoY).  Adapun laba bruto yang diraih PGAS sebesar US$ 607,0 Juta, laba operasi sebesar US$ 480,2 juta dan EBITDA sebesar US$ 935,5 juta.

Baca Juga: PGN Teken Kerja Sama dengan KIS Biofuels Indonesia untuk Pengembangan Bisnis Bio-CNG

Pemulihan kinerja operasional sebagai imbas dari pemulihan ekonomi, berhasil menopang kinerja keuangan PGAS sampai dengan triwulan ketiga 2022. Kinerja volume niaga gas periode Januari sampai September 2022 mencapai 894 billion british thermal unit per day (BBTUD). Sedangkan untuk volume transmisi  gas triwulan kedua 2022 adalah sebesar 1.343 million standard cubic feet per day  (MMSCFD).

Peningkatan volume lifting minyak & gas di Triwulan ketiga 2022 juga meningkat menjadi 30.350  barrel oil equivalent per day (BOEPD). Adanya kenaikan Indonesian Crude Price (ICP) yang tinggi termasuk hal yang berkontribusi signifikan pada kinerja keuangan per triwulan ketiga 2022.

Selanjutnya, transportasi minyak menunjukkan kenaikan kinerja yang sangat signifikan yang mencapai 31.413 BOEPD dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 9.301 BOEPD. Demikian juga, kinerja liquified processing gas (LPG) processing mencapai 37.270 ton.

 

 

PGN memiliki fokus dalam pengembangan utilisasi gas bumi agar dapat meningkatkan value creation dan distribusi gas bumi di berbagai wilayah Indonesia maupun go international.

“PGN menjalankan peran yang cukup menanantang di era transisi energi dari fosil ke  energi baru terbarukan (EBT). Dengan posisi kunci sebagai salah satu penyedia gas bumi di Indonesia, harapan kami adalah dapat mengisi masa transisi ini melalui penyediaan gas bumi sebagai energi bersih kepada masyarakat,” jelas Direktur Utama Perusahaan Gas Negara M. Haryo Yunianto, Selasa  (8/11).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru