Emiten

Ini penyebab rugi bersih Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) melebar

Sabtu, 26 Desember 2020 | 13:50 WIB   Reporter: Dimas Andi
Ini penyebab rugi bersih Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) melebar

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) mencatatkan kinerja yang cukup positif setelah penjualan neto melejit jadi Rp 1,73 triliun hingga kuartal III-2020. 

Asal tahu saja, realisasi ini meningkat 21,83% secara tahunan (yoy) dibandingkan penjualan neto perusahaan per kuartal III-2019 sebesar Rp 1,42 triliun.

Di sisi lain, perusahaan Grup Bakrie ini malah mencetak kerugian bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 782,42 miliar hingga akhir September lalu. Angka ini melesat 320,09% (yoy) dibandingkan kerugian bersih perusahaan per kuartal III-2019 sebesar Rp 186,25 miliar.

Baca Juga: Dalam sepekan, tiga saham Grup Bakrie ini bangkit dari level gocap

Salah satu penyebab datang dari kerugian selisih kurs neto yang harus ditanggung perusahaan sebesar Rp 898,58 miliar per kuartal III-2020. Padahal di periode yang sama tahun lalu, UNSP masih meraih laba selisih kurs neto sebesar Rp 230,22 miliar.

Selain itu, kenaikan penjualan juga membuat beban pokok penjualan UNSP yang meningkat 12,03% (yoy) dari Rp 1,33 triliun per kuartal III-2019 menjadi Rp 1,49 triliun per kuartal III-2020.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), mayoritas penjualan neto UNSP hingga kuartal III-2020 berasal dari bisnis kelapa sawit dan produk turunannya yang mencapai Rp 1,47 triliun. Disusul oleh penjualan neto dari bisnis karet sebesar RP 241,04 miliar dan tandan buah segar sebesar Rp 21,45 miliar.

Total aset UNSP hingga kuartal III-2020 mencapai Rp 8,59 triliun. Jumlah ini naik 2,38% dibandingkan total aset perusahaan pada akhir tahun 2019 sebesar Rp 8,39 triliun.

 

Selanjutnya: Konsumsi minyak sawit domestik naik 2% di Oktober 2020

 

Editor: Anna Suci Perwitasari


Terbaru