Inilah saham emiten CPO yang perlu dibeli saat harga minyak sawit naik

Senin, 15 November 2021 | 09:05 WIB   Reporter: Hikma Dirgantara
Inilah saham emiten CPO yang perlu dibeli saat harga minyak sawit naik


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah analis rekomendasi beli saham emiten minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). Saham emiten sawit atau CPO berpotensi naik harga karena kinerja meningkat seiring kenaikan banderol CPO di pasar dunia.

Saham yang menjadi rekomendasi analis antara lain saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dan PT PP London Sumatera Tbk (LSIP).

Namun sebelum melihat rekomendasi saham AALI, DSNG, TAPG, LSIP, mari kita cermati pergerakan dan prediksi harga CPO ke depan.

Berdasarkan data Bursa Derivatif Malaysia, harga CPO untuk kontrak pengiriman Januari berada di level RM 4.936 per ton.Head of Investment Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe mengungkapkan, harga tinggi CPO tersebut masih akan bertahan setidaknya hingga akhir tahun ini.

Sekalipun koreksi, menurutnya lebih bersifat sementara dan ada potensi kembali naik lagi. Proyeksinya, harga CPO akan stabil di kisaran RM 4.500 per ton pada akhir tahun nanti.

Dengan masih tingginya harga CPO, Kiswoyo menilai emiten produsen CPO akan diuntungkan dan mendapat katalis positif untuk kinerjanya pada tahun. Namun, dari sisi produksi CPO, menurutnya akan ada penurunan. Hal ini dikarenakan panen tahun ini merupakan hasil pemeliharaan dan pemupukan tahun lalu yang tidak optimal lantaran adanya pandemi Covid-19.

“Namun, ini diimbangi dengan harga CPO yang lebih tinggi. Biaya yang diperlukan untuk menghasilkan 1 ton CPO itu RM 1.500, itu pun terhitung tidak efisien dan boros, jika efisien bisa RM 800 - RM 1.000 per ton. Artinya, dengan harga CPO saat ini yang sangat tinggi, profitabilitas emiten CPO tahun ini sangat menjanjikan,” kata Kiswoyo kepada Kontan.co.id, Jumat (11/12).

Baca Juga: Prediksi IHSG hari Senin (15/11) terkoreksi, untuk trading cermati 5 saham berikut

Oleh karena itu, ia meyakini emiten produsen CPO pada tahun ini akan hijau semua dari sisi kinerja dan menjadikannya menarik untuk dilirik. Apalagi, secara harga, banyak emiten CPO yang masih belum naik harganya.

Senada analis Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya juga meyakini harga CPO berpotensi menguat hingga awal tahun 2022 meskipun di jangka pendek bisa saja terkoreksi karena kenaikan harganya yg signifikan. Ia berkaca dari sisi suplai, di mana data produksi CPO Malaysia bulan Oktober naik 1,3% m/M, namun ekspor bulanannya turun 12%.

Analis Mirae Asset Sekuritas Juan Oktavianus saat ini juga memberi rating overweight untuk emiten sektor perkebunan di Indonesia. Ia meyakini, prospek CPO masih akan menarik pada sisa tahun ini seiring produksi di Malaysia yang masih cenderung rendah. Belum lagi, permintaan dari India masih akan mengalami kenaikan seiring bea pajak di sana diturunkan.

Pada tahun ini, Juan memproyeksikan average selling price (ASP) CPO akan berada di level RM 4.372 per ton. Sementara untuk tahun depan diproyeksikan akan sebesar RM 4.100 per ton.

Juan lebih rekomendasi saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) ketimbang PT PP Londum Sumatera Tbk (LSIP) untuk saat ini. AALI memiliki area penanaman yang lebih luas, yakni 289.000 dibanding milik LSIP yang hanya 96.000. Selain itu, dari FFB yield, AALI juga lebih tinggi, yakni 8,8x berbanding 7,2x, serta punya usia rata-ratan tanaman yang lebih produktif, yakni 15,5 tahun berbanding 16,9 tahun.

Berbeda dengan Juan, saat ini, Cheryl menjadikan saham LSIP sebagai rekomendasi top pick untuk emiten sektor perkebunan. Menurut dia, LSIP tengah mempersiapkan pertumbuhan produksi sawit 5% lebih tinggi dari tahun lalu.

Pihak manajemen LSIP juga telah melakukan beberapa upaya seperti replanting, membuka lahan baru, dan pengoperasian pabrik sawit baru. “Selain itu secara valuasi saham, LSIP masih di bawah rata-rata PE-nya dalam 3 tahun terakhir. Hal ini membuat LSIP secara valuasi, masih murah sahamnya dan punya prospek yang menarik ke depan,” katanya.

Baca Juga: Memasuki bulan November, saham-saham CPO punya peluang naik

Simak rekomendasi saham AALI, DSNG, TAPG dan LSIP di halaman selanjutnya

Editor: Adi Wikanto

Terbaru