KONTAN.CO.ID - Saham PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) menjadi perhatian dalam perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 6 Oktober 2026. Saham emiten properti tersebut memimpin daftar saham dengan kenaikan harga terbesar setelah melesat 34,78% dalam satu hari perdagangan.
TRUE ditutup di level Rp62 per saham, naik Rp16 dari penutupan sebelumnya di Rp46. Kenaikan tersebut membuat TRUE menjadi salah satu saham yang mencatat Auto Rejection Atas (ARA) pada perdagangan hari tersebut.
Berdasarkan data perdagangan, TRUE dibuka di Rp46, sempat berada di level terendah Rp46, dan kemudian ditutup di level tertinggi Rp62. Volume perdagangan mencapai sekitar 606,48 juta saham.
Mengutip data IPOT, saham TRUE alami kenaikan ke level Rp69/saham atau menghijau 11,29% pada sesi 1 perdagangan hari ini Rabu (7/10).
Baca Juga: Ada GAMA hingga PTPP, Cek Daftar Saham yang Disuspensi BEI pada 5 Oktober 2026
Lonjakan tersebut terjadi setelah saham TRUE kembali diperdagangkan sejak pencabutan suspensi pada 18 September 2026.
Sebelumnya, perdagangan saham TRUE dihentikan sementara karena keterlambatan penyampaian laporan keuangan tahunan 2025 dan laporan keuangan interim per 31 Maret 2026.
BEI kemudian mencabut suspensi setelah perseroan memenuhi kewajiban yang menjadi penyebab penghentian perdagangan.
Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek informasi mengenai lini bisnis TRUE hingga kinerjanya.
Baca Juga: Cek Saham dalam Radar UMA BEI per 1 Oktober 2026: Ada UVCR hingga AIMS
Profil Saham TRUE
PT Triniti Dinamik Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang real estat dan pengembangan properti. Perseroan didirikan pada 2013 dan mencatatkan sahamnya di BEI pada 10 Juni 2021 dengan kode saham TRUE.
Bisnis TRUE berfokus pada pengembangan proyek properti, khususnya hunian, kawasan komersial, serta konsep mixed-use development. Beberapa proyek utama yang dikembangkan perseroan adalah Springwood Residence, The Smith, dan District East.
Perseroan juga memiliki anak usaha yang bergerak dalam bidang real estat, antara lain PT Triniti Dinamik Santoz dan PT Sukses Bangun Sinergi.
Baca Juga: GEMS Segera Tebar Dividen Interim Jumbo, Cek Profil Emiten Pertambangan dan Kinerja
Lini Bisnis TRUE
Sebagai perusahaan pengembang properti, lini usaha Triniti Dinamik mencakup pengembangan, penjualan, penyewaan, dan pengelolaan aset real estat.
1. Springwood Residence
Springwood Residence merupakan salah satu proyek awal Triniti Dinamik yang berada di kawasan Serpong, Tangerang.
Proyek tersebut dikembangkan sebagai apartemen dengan sekitar 1.400 unit. Perseroan mulai mempersiapkan proyek ini pada 2014 dengan nilai proyek sekitar Rp900 miliar.
2. The Smith
Proyek berikutnya adalah The Smith di kawasan Alam Sutera. The Smith mengusung konsep mixed-use yang menggabungkan hunian, perkantoran, dan SOHO atau small office, home office.
Proyek tersebut memiliki sekitar 652 unit dengan nilai proyek sekitar Rp1 triliun.
Baca Juga: Daftar 5 Saham Short Selling dan Panduan Mekanisme Perdagangan Berlaku 1 Oktober 2026
3. District East
District East menjadi salah satu proyek penting dalam ekspansi Triniti Dinamik ke Karawang. Proyek ini dikembangkan di atas lahan sekitar 26 hektare di Karawang Timur. Konsep yang diusung berupa kawasan terpadu yang menggabungkan hunian dan area komersial, termasuk business center, hotel, club house, dan area komersial.
Perseroan mengembangkan District East bersama Alfa Land. Proyek tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas portofolio dari proyek high-rise menuju pengembangan landed house dan kawasan terpadu.
Pada 2026, pengembangan District East masih menjadi salah satu aktivitas utama perseroan. Triniti Dinamik mencatat sejumlah kerja sama terkait pengembangan kawasan tersebut, termasuk kerja sama untuk membangun ekosistem smart and green living serta penyediaan infrastruktur air bersih.
Baca Juga: Ada BIKE dan MSJA, Simak Daftar 61 Saham HSC Terbaru per 1 Oktober 2026
Manajemen TRUE
Berdasarkan informasi perseroan, jajaran manajemen Triniti Dinamik terdiri dari Direksi dan Dewan Komisaris.
1. Direksi
| Nama | Jabatan |
|---|---|
| Yohanes Eddy Christianto | Direktur Utama |
| Septian Starlin | Direktur |
| Chandra | Direktur |
| Agus Setiawan | Direktur |
2. Dewan Komisaris
| Nama | Jabatan |
|---|---|
| Heriyanto | Komisaris Utama |
| Kevin Jong | Komisaris |
| Johanes L. Andayaprana | Komisaris |
| Dr. Ir. Erman Suparno, M.B.A., M.Si. | Komisaris Independen |
| Rachmad, S.H. | Komisaris Independen |
Heriyanto menjabat sebagai Komisaris Utama. Ia telah menduduki posisi tersebut sejak perseroan masih dalam tahap awal pengembangan dan kembali diangkat berdasarkan keputusan pemegang saham.
Baca Juga: Ada MPXL hingga HAJJ, Cek 5 Saham yang Masuk Radar UMA BEI 29-30 September 2026
Kinerja Keuangan TRUE Terbaru
Mengutip data BEI, kinerja keuangan terbaru yang tersedia untuk periode 2026 menunjukkan kinerja Triniti Dinamik masih berada dalam tekanan. Pada semester I 2026, perseroan mencatat pendapatan Rp24,8 miliar, naik tipis 3,8% dibandingkan Rp23,9 miliar pada semester I 2025.
Namun, kenaikan pendapatan tersebut belum mampu membawa perseroan mencatatkan laba. TRUE membukukan rugi bersih Rp12,3 miliar, lebih besar dibandingkan rugi Rp10,0 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berikut ringkasan kinerja keuangan TRUE semester I 2026:
| Kinerja | Semester I 2026 | Semester I 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp24,8 miliar | Rp23,9 miliar | 3,8% |
| Laba kotor | Rp4,9 miliar | Rp6,5 miliar | -24,6% |
| EBITDA | -Rp11,5 miliar | -Rp9,2 miliar | - |
| Rugi bersih | -Rp12,3 miliar | -Rp10,0 miliar | 23,0% |
| Margin laba kotor | 19,8% | - | - |
| Margin EBITDA | -46,4% | - | - |
| Margin bersih | -49,6% | - | - |
Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan belum diikuti perbaikan profitabilitas. Laba kotor justru turun 24,6%, sedangkan rugi bersih meningkat sekitar 23% secara tahunan.
Dari sisi neraca, per 30 Juni 2026 TRUE memiliki total aset sekitar Rp675,6 miliar, kas Rp7,2 miliar, liabilitas jangka pendek Rp64,8 miliar, liabilitas jangka panjang Rp222,9 miliar, dan total ekuitas Rp212,5 miliar.
Sementara itu, laba per saham atau EPS masih negatif sebesar minus Rp1,62 per saham. Rasio price to book value (PBV) tercatat sekitar 2,39 kali berdasarkan data semester I 2026 yang dihimpun Indo Premier.
Tonton: MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SMA Gibran, Tapi Tak Bisa Membatalkan Wapres
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News