Intip Saham TRUE yang Alami ARA, Cek Profil Emiten, Lini Bisnis, dan Kinerjanya

Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:29 WIB
Intip Saham TRUE yang Alami ARA, Cek Profil Emiten, Lini Bisnis, dan Kinerjanya

ILUSTRASI. IHSG Meroket To The Moon (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Saham PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) menjadi perhatian dalam perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 6 Oktober 2026. Saham emiten properti tersebut memimpin daftar saham dengan kenaikan harga terbesar setelah melesat 34,78% dalam satu hari perdagangan.

TRUE ditutup di level Rp62 per saham, naik Rp16 dari penutupan sebelumnya di Rp46. Kenaikan tersebut membuat TRUE menjadi salah satu saham yang mencatat Auto Rejection Atas (ARA) pada perdagangan hari tersebut.

Berdasarkan data perdagangan, TRUE dibuka di Rp46, sempat berada di level terendah Rp46, dan kemudian ditutup di level tertinggi Rp62. Volume perdagangan mencapai sekitar 606,48 juta saham.

Mengutip data IPOT, saham TRUE alami kenaikan ke level Rp69/saham atau menghijau 11,29% pada sesi 1 perdagangan hari ini Rabu (7/10).

Baca Juga: Ada GAMA hingga PTPP, Cek Daftar Saham yang Disuspensi BEI pada 5 Oktober 2026

Lonjakan tersebut terjadi setelah saham TRUE kembali diperdagangkan sejak pencabutan suspensi pada 18 September 2026.

Sebelumnya, perdagangan saham TRUE dihentikan sementara karena keterlambatan penyampaian laporan keuangan tahunan 2025 dan laporan keuangan interim per 31 Maret 2026.

BEI kemudian mencabut suspensi setelah perseroan memenuhi kewajiban yang menjadi penyebab penghentian perdagangan.

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek informasi mengenai lini bisnis TRUE hingga kinerjanya.

Baca Juga: Cek Saham dalam Radar UMA BEI per 1 Oktober 2026: Ada UVCR hingga AIMS

Profil Saham TRUE

PT Triniti Dinamik Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang real estat dan pengembangan properti. Perseroan didirikan pada 2013 dan mencatatkan sahamnya di BEI pada 10 Juni 2021 dengan kode saham TRUE.

Bisnis TRUE berfokus pada pengembangan proyek properti, khususnya hunian, kawasan komersial, serta konsep mixed-use development. Beberapa proyek utama yang dikembangkan perseroan adalah Springwood Residence, The Smith, dan District East.

Perseroan juga memiliki anak usaha yang bergerak dalam bidang real estat, antara lain PT Triniti Dinamik Santoz dan PT Sukses Bangun Sinergi.

Baca Juga: GEMS Segera Tebar Dividen Interim Jumbo, Cek Profil Emiten Pertambangan dan Kinerja

Lini Bisnis TRUE

Sebagai perusahaan pengembang properti, lini usaha Triniti Dinamik mencakup pengembangan, penjualan, penyewaan, dan pengelolaan aset real estat.

1. Springwood Residence

Springwood Residence merupakan salah satu proyek awal Triniti Dinamik yang berada di kawasan Serpong, Tangerang.

Proyek tersebut dikembangkan sebagai apartemen dengan sekitar 1.400 unit. Perseroan mulai mempersiapkan proyek ini pada 2014 dengan nilai proyek sekitar Rp900 miliar.

2. The Smith

Proyek berikutnya adalah The Smith di kawasan Alam Sutera. The Smith mengusung konsep mixed-use yang menggabungkan hunian, perkantoran, dan SOHO atau small office, home office.

Proyek tersebut memiliki sekitar 652 unit dengan nilai proyek sekitar Rp1 triliun.

Baca Juga: Daftar 5 Saham Short Selling dan Panduan Mekanisme Perdagangan Berlaku 1 Oktober 2026

3. District East

District East menjadi salah satu proyek penting dalam ekspansi Triniti Dinamik ke Karawang. Proyek ini dikembangkan di atas lahan sekitar 26 hektare di Karawang Timur. Konsep yang diusung berupa kawasan terpadu yang menggabungkan hunian dan area komersial, termasuk business center, hotel, club house, dan area komersial.

Perseroan mengembangkan District East bersama Alfa Land. Proyek tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas portofolio dari proyek high-rise menuju pengembangan landed house dan kawasan terpadu.

Pada 2026, pengembangan District East masih menjadi salah satu aktivitas utama perseroan. Triniti Dinamik mencatat sejumlah kerja sama terkait pengembangan kawasan tersebut, termasuk kerja sama untuk membangun ekosistem smart and green living serta penyediaan infrastruktur air bersih.

Baca Juga: Ada BIKE dan MSJA, Simak Daftar 61 Saham HSC Terbaru per 1 Oktober 2026

Manajemen TRUE

Berdasarkan informasi perseroan, jajaran manajemen Triniti Dinamik terdiri dari Direksi dan Dewan Komisaris.

1. Direksi

Nama Jabatan
Yohanes Eddy Christianto Direktur Utama
Septian Starlin Direktur
Chandra Direktur
Agus Setiawan Direktur

2. Dewan Komisaris

Nama Jabatan
Heriyanto Komisaris Utama
Kevin Jong Komisaris
Johanes L. Andayaprana Komisaris
Dr. Ir. Erman Suparno, M.B.A., M.Si. Komisaris Independen
Rachmad, S.H. Komisaris Independen

Heriyanto menjabat sebagai Komisaris Utama. Ia telah menduduki posisi tersebut sejak perseroan masih dalam tahap awal pengembangan dan kembali diangkat berdasarkan keputusan pemegang saham.

Baca Juga: Ada MPXL hingga HAJJ, Cek 5 Saham yang Masuk Radar UMA BEI 29-30 September 2026

Kinerja Keuangan TRUE Terbaru

Mengutip data BEI, kinerja keuangan terbaru yang tersedia untuk periode 2026 menunjukkan kinerja Triniti Dinamik masih berada dalam tekanan. Pada semester I 2026, perseroan mencatat pendapatan Rp24,8 miliar, naik tipis 3,8% dibandingkan Rp23,9 miliar pada semester I 2025.

Namun, kenaikan pendapatan tersebut belum mampu membawa perseroan mencatatkan laba. TRUE membukukan rugi bersih Rp12,3 miliar, lebih besar dibandingkan rugi Rp10,0 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berikut ringkasan kinerja keuangan TRUE semester I 2026:

Kinerja Semester I 2026 Semester I 2025 Perubahan
Pendapatan Rp24,8 miliar Rp23,9 miliar 3,8%
Laba kotor Rp4,9 miliar Rp6,5 miliar -24,6%
EBITDA -Rp11,5 miliar -Rp9,2 miliar -
Rugi bersih -Rp12,3 miliar -Rp10,0 miliar 23,0%
Margin laba kotor 19,8% - -
Margin EBITDA -46,4% - -
Margin bersih -49,6% - -

Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan belum diikuti perbaikan profitabilitas. Laba kotor justru turun 24,6%, sedangkan rugi bersih meningkat sekitar 23% secara tahunan.

Dari sisi neraca, per 30 Juni 2026 TRUE memiliki total aset sekitar Rp675,6 miliar, kas Rp7,2 miliar, liabilitas jangka pendek Rp64,8 miliar, liabilitas jangka panjang Rp222,9 miliar, dan total ekuitas Rp212,5 miliar.

Sementara itu, laba per saham atau EPS masih negatif sebesar minus Rp1,62 per saham. Rasio price to book value (PBV) tercatat sekitar 2,39 kali berdasarkan data semester I 2026 yang dihimpun Indo Premier.

Tonton: MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SMA Gibran, Tapi Tak Bisa Membatalkan Wapres

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru