Itama Ranoraya (IRRA) Optimistis Raih Peningkatan Pendapatan 24% Tahun Ini

Kamis, 01 Desember 2022 | 06:45 WIB   Reporter: Nurtiandriyani Simamora
Itama Ranoraya (IRRA) Optimistis Raih Peningkatan Pendapatan 24% Tahun Ini


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) mengaku selama melayani masyarakat pada masa pandemi COVID-19 hingga saat ini, kinerja Keuangan perusahaan menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Direktur Keuangan IRRA, Nanan Meinanta F Lasahido, menjelaskan kinerja pendapatan PT Itama Ranoraya Tbk tetap mengalami pertumbuhan (sustainable growth). Hingga bulan September 2022 pendapatan perusahaan telah mencapai Rp 554,6 miliar.

Proyeksi hingga akhir tahun 2022 ini perusahaan akan mampu meraup pendapatan 24% lebih besar dari pendapatan di tahun 2021 tanpa adanya tambahan dari keterlibatan perusahaan membantu pemerintah dalam kasus pandemi Covid-19, yang mencapai Rp 615 miliar. Sedangkan laba sebelum pajak diperkirakan mencapai 7,9% dari proyeksi penjualan tahun berjalan.

“Sementara jika dibandingkan tahun 2020, dimana pendapatan mencapai Rp 563,9 miliar, perolehan pendapatan perusahaan di tahun 2022 mengalami kenaikan sekitar 35%,” kata Nanan.

Pada tahun 2022 ini, perusahaan mendapatkan fasilitas pembiayaan bank berupa Perpanjangan sekaligus peningkatan fasilitas pembiayaan Bank Danamon dari Rp 300 miliar (tahun 2021) menjadi Rp 450 miliar (tahun 2022).

Baca Juga: Begini Strategi Itama Ranoraya (IRRA) Perluas Pangsa Pasar pada Tahun 2023

Selain itu, perusahaan juga mendapatkan fasilitas pembiayaan dari Bank UOB senilai Rp150 miliar berupa Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi yang efektif per 1 Oktober 2022

Secara riil, kinerja keuangan PT Itama Ranoraya Tbk di tahun 2021 mengalami lonjakan signifikan karena adanya kontribusi pendapatan dari keterlibatan perusahaan dalam membantu pemerintah mengatasi kondisi situasional dan genting di dalam negeri akibat pandemi Covid-19.

Di tahun 2021, total pendapatan PT Itama Ranoraya Tbk mencapai Rp 1,320 triliun, dimana di antaranya berasal dari pendapatan normal sebesar Rp 615 miliar. Sedangkan laba bersihnya mencapai Rp 112,38 miliar.

Sementara di tahun 2022, kinerja keuangan secara total mengalami penurunan karena pendapatan dari kegiatan membantu pemerintah mengatasi Covid-19 tidak ada lagi sehingga perusahaan diproyeksikan akan memperoleh pendapatan mencapai Rp763,6 miliar.

Melandainya kinerja keuangan di tahun 2022 juga dialami semua perusahaan yang bergerak dalam sektor usaha yang sama seperti IRRA yakni penyedia alat-alat kesehatan.

Namun demikian, analis saham dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai emiten di sektor kesehatan masih memiliki fundamental yang kuat sehingga harga sahamnya masih berpeluang meningkat.

Herditya Wicaksana mengatakan, walaupun pandemi Covid-19 mulai melandai, pendapatan emiten-emiten di sektor kesehatan masih cukup bagus seiring dengan makin tingginya tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

Menurutnya, potensi kenaikan harga saham emiten-emiten di sektor kesehatan di lantai bursa juga masih bisa terjadi hingga awal tahun 2023 nanti. Indeks saham sektor kesehatan dapat meningkat ke posisi antara 1.535 hingga 1.560.

 

 

Program ke Depan

Untuk tahun 2023, Nanan mengatakan bahwa Perusahaan terus mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan (sustainable growth) agar lebih baik lagi dari kinerja yang dicapai perusahaan tahun 2022.

“Guna meningkatkan pendapatan, perusahaan terus melakukan diversifikasi produk dengan menambah jumlah prinsipal dan mengembangkan Stock Keeping Unit (SKU) dari prinsipal-prinsipal yang telah ada dan yang baru melakukan kerjasama di semester kedua 2022,” papar Nanan.

Selain itu, perusahaan juga akan meningkatkan kerja sama dengan pabrikan guna meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dari produk-produk yang dijual ke pasar.

“Hal ini merupakan bukti nyata dari perusahaan dalam mendukung program pemerintah bagi peningkatan kandungan lokal terhadap produk-produk yang dijual di dalam negeri dan luar negeri,” jelas Nanan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru