KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten ROCK yang masuk dalam saham HSC tertinggi. Dalam dinamika pasar modal Indonesia, investor tidak hanya memperhatikan kinerja keuangan emiten, tetapi juga struktur kepemilikan sahamnya.
Salah satu kategori yang menjadi sorotan adalah saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC), yaitu saham yang sebagian besar dikuasai oleh segelintir pihak.
Salah satu emiten yang masuk dalam kategori ini adalah PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK).
Baca Juga: Laba PWON Tembus Rp2,35 Triliun per 2025, Cek Profil Emiten Properti Ini
Dengan porsi kepemilikan yang terpusat, saham ROCK mencerminkan karakteristik HSC seperti likuiditas yang relatif terbatas dan potensi pergerakan harga yang lebih volatil, sehingga penting bagi investor untuk memahami risiko dan peluang yang menyertainya sebelum mengambil keputusan investasi.
PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) memimpin dalam daftar saham HSC dengan konsentrasi 99,85% kepemilikan.
Lalu, seperti apa profil emiten properti ini? Cek informasi dari lini usaha hingga kinerja keuangan tahun 2025 selengkapnya.
Baca Juga: Saham ASHA Melonjak Awal Pekan, Cek Profil Emiten Perikanan dan Kinerjanya
Profil Emiten ROCK
Saham dengan kode ROCK merupakan milik PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. Perusahaan ini bergerak di sektor properti, khususnya dalam pengembangan dan pengelolaan kawasan real estat, baik residensial maupun komersial.
ROCK dikenal sebagai emiten dengan skala relatif kecil (small cap) dan likuiditas perdagangan yang cenderung terbatas.
Hal ini juga yang membuat sahamnya masuk dalam daftar HSC (High Shareholding Concentration), karena kepemilikan sahamnya terpusat pada pihak tertentu.
Baca Juga: Pendapatan ASLC Sentuh Rp1 Triliun, Cek Profil Emiten Otomotif Digital Ini
Lini Usaha ROCK
Kegiatan utama PT Rockfields Properti Indonesia Tbk meliputi:
- Pengembangan properti (real estate development)
- Penjualan unit residensial dan komersial
- Pengelolaan aset properti
- Investasi di sektor properti dan lahan
Perusahaan lebih fokus pada pengembangan proyek properti tertentu dibandingkan ekspansi besar-besaran seperti pengembang besar lainnya.
Struktur Direksi dan Komisaris
1. Direktur
- Po Wiwiek Purnomo sebagai Direktur Utama
- Dewi Susanti sebagai Direktur.
2. Komisaris
- Faisal Rachman sebagai Komisaris Utama
- Robert Joppy Kardinal sebagai Komisaris.
Baca Juga: Saham RISE Anjlok 38% dan Terkena UMA BEI, Cek Profil Emiten Properti Ini
Kinerja Keuangan
Melansir laman BEI, berikut ini ringkasan Kinerja Keuangan ROCK sepanjang 2025.
Laporan Laba Rugi (FY 2025):
- Pendapatan: Rp 136,1 miliar
- Laba kotor: Rp 71,3 miliar
- EBITDA: Rp 75,3 miliar
- Laba bersih: Rp 26,1 miliar
Laba bersih naik signifikan dari Rp 10,8 miliar di 2024 menjadi Rp 26,1 miliar di 2025
Margin:
- Gross margin: 52,4%
- EBITDA margin: 55,3%
- Net margin: 19,2%
Neraca (Balance Sheet 2025)
- Total aset: Rp 934,6 miliar
- Total ekuitas: Rp 820,4 miliar
- Kas: Rp 36,9 miliar
- Utang jangka pendek: Rp 32,7 miliar
- Utang jangka panjang: Rp 81,4 miliar
Struktur modal relatif sehat dengan DER sekitar 0,14 (utang rendah)
Demikian informasi mengenai profil emiten ROCK yang masuk dalam saham HSC tertinggi.
Tonton: DAU Hingga Dana Desa Bisa Dipakai Buat Koperasi Merah Putih, Dapat Rp 3 Miliar!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News