Rekomendasi

Jelang puasa, simak rekomendasi analis untuk saham sektor konsumer berikut ini

Senin, 05 April 2021 | 18:18 WIB   Reporter: Ika Puspitasari
Jelang puasa, simak rekomendasi analis untuk saham sektor konsumer berikut ini

ILUSTRASI. IHSG

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku pasar saham bisa mulai mencermati saham-saham dari sektor consumer goods jelang bulan puasa 2021. Pertumbuhan tingkat konsumsi masyarakat pada bulan Puasa dapat menjadi salah satu katalis positif sektor tersebut.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony menilai, perusahaan-perusahaan yang menjual barang konsumsi serta ramai dikonsumsi oleh masyarakat seharusnya masih mempunyai daya tarik terhadap kinerjanya di tahun ini menjelang Ramadhan.

Secara umum Chris menjelaskan prospek saham sektor konsumer masih cenderung cukup baik dengan mulai pulihnya daya beli, terlebih yang memang sering menjadi makanan wajib saat Lebaran tentu akan mendapatkan sentimen positif jelang Ramadan dan Lebaran 2021.

Baca Juga: TanamDuit masih optimistis IHSG berpotensi menuju level 7.000 pada akhir tahun

Ia juga bilang, saat ini pelaku pasar sudah mulai memburu saham-saham sektor konsumsi, hal ini sudah tergambarkan dengan mulai naiknya saham-saham konsumsi sejak Maret yang lalu.

Misalnya saja saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang mengalami kenaikan 7,26% dalam sebulan terakhir. Kemudian PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) tumbuh 8,65%, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) naik 3,78%.

"Banyak sektor mengalami penurunan pendapatan, sedangkan untuk kinerja sektor ini cukup stabil, saham-saham consumer masih cenderung menarik ditambah musim deviden yang juga menjadi sentimen tambahan," jelasnya, Senin (5/4).

Chris melihat saham INDF dan ICBP cukup menarik untuk dikoleksi dengan diakuisisinya Pinehill dan laporan keuangan yang sudah terkonsolidasi tentu memberikan peningkatan kinerja untuk INDF dan ICBP.

Untuk itu, pelaku pasar bisa mengakumulasi saham ICBP dengan target harga Rp 10.500 per saham dan INDF dengan target Rp 7.350 per saham.

Editor: Yudho Winarto
Terbaru