Kata pengamat pasar modal UI soal ramai IPO perusahaan teknologi Asia

Sabtu, 10 Juli 2021 | 05:15 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Kata pengamat pasar modal UI soal ramai IPO perusahaan teknologi Asia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Perusahaan teknologi di Asia ramai-ramai mengantre listing di bursa saham. Terbaru datang dari AirAsia Group Bhd yang ingin mengantarkan lini bisnis digitalnya, AirAsia Super App atau AirAsia Digital, untuk melantai atau menggelar Initial Public Offering (IPO) di bursa Amerika Serikat (AS).

AirAsia Digital berencana masuk ke bursa AS melalui proses merger dengan perusahaan cek kosong (SPAC). Tony Fernades CEO Grup AirAsia mengatakan, sudah banyak SPAC yang meminati lini usahanya itu.  “Kami telah menggandeng akuntan untuk rencana ini," ungkapnya dikutip Bloomberg, Kamis (8/7).

Di tengah hantaman pandemi Covid-19, maskapai berbiaya murah ini terus berupaya mengembangkan bisnis digitalnya. Perusahaan ini baru saja mengumumkan mengakuisisi Gojek di Thailand senilai US$ 50 juta.

Baca Juga: Bukalapak siap IPO, simak prospek dan rekomendasi dari analis berikut Ini

AirAsia Digital membidik pendapatan US$ 250 juta tahun ini dan ditargetkan bisa menyumbang  50% ke pendapatan perusahaan 5 tahun mendatang. Bisnis fintech milik AirAsia, BigPay, juga sedang mempersiapkan transaksi akuisisi. Fintech ini bakal segera masuk ke Thailand pasca akuisisi Gojek.

Selain AirAsia, sejumlah perusahaan teknologi juga telah menyiapkan rencana IPO jumbo. Sebagian berasal dari Indonesia seperti Traveloka, Bukalapak, dan GoTo. Dari Korea Selatan, ada Krafton Inc, perusahaan pembuat game dan Kakao Bank dengan membidik dana masing-masing US$ 5 miliar dan US$ 2,3 miliar. Dari Singapura, ada Grab Holding.

Bukalapak akan IPO dengan menjual 25,76 miliar lembar saham ke publik atau 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan kisaran harga Rp 750- Rp 850 per lembar. Dana yang dibidik Bukalapak mencapai Rp 21,9 triliun

IPO Bukalapak akan dilakukan pada Juli 2021. Jika terlaksana, ini akan jadi IPO terbesar di Indonesia dalam 10 tahun terakhir. Namun, tonggak sejarah itu kemungkinan nantinya akan diambil alih oleh rencana pencatatan saham GoTo.

Baca Juga: Bukalapak IPO, berikut tata cara pemesanan sahamnya

Editor: Yudho Winarto
Terbaru