Kinerja Industri AMDK Tumbuh Positif, Simak Rekomendasi Saham Berikut Ini

Rabu, 18 Januari 2023 | 16:49 WIB   Reporter: Aris Nurjani
Kinerja Industri AMDK Tumbuh Positif, Simak Rekomendasi Saham Berikut Ini

ILUSTRASI. Perusahaan produsen air minum dalam kemasan (AMDK) berpotensi melanjutkan tren kinerja positif di 2023. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan produsen air minum dalam kemasan (AMDK) berpotensi melanjutkan tren kinerja positif di 2023 lantaran masuk ke dalam sektor konsumer primer.

Sebagai Informasi pergerakan harga saham emiten AMDK dari awal tahun hingga 18 Januari 2023 seperti PT Tri Banyan Tirta Tbk (ALTO) stag di level 50 year to date (YtD), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) turun 16,40% (YtD), PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun 7,60% (YtD), 

Selanjutnya, PT Mitra Tirta Buwana Tbk (SOUL) yang baru IPO tahun ini turun 28,77%(YtD), PT Akasha Wira International Tbk. (ADES) berada di level 7.175 (YtD) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menguat 4,75% (YtD).

Baca Juga: AMDK Aman dikonsumsi, Ini Deretan Syarat Dari Pemerintah

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang juga menilai kinerja emiten AMDK masih positif tercermin dari laporan keuangan pada kuartal III-2022.

"Mayoritas emiten yang memiliki bisnis dalam segmen minuman atau air minum dalam kemasan mencatatkan pertumbuhan net sales secara year on year," jelasnya kepada Kontan, Rabu (18/1).

Alrich mencontohkan pertumbuhan emiten AMDK tercermin dalam net sales seperti ADES bertumbuh 44.41%, disusul CLEO 26.35%, ICBP 16.49% dan MYOR 9.46%. Adapun, sentimen positif untuk emiten AMDK termasuk ke dalam produk-produk basic needs atau kebutuhan pokok yang harus terpenuhi dalam kehidupan sehari-hari. 

Terlebih setelah dibukanya PPKM, meningkatkan restriksi masyarakat yang berpotensi sejalan dengan tingkat konsumsi AMDK karena lebih praktis. Hal tersebut, sejalan dengan peningkatan restriksi masyarakat, data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) meningkat di bulan Desember 2022 menjadi 119.9 dibanding November 2022 di 119.1.

Sepanjang 2022, rata-rata IKK berada di 119.8 dibanding rata-rata IKK pra-pandemi pada periode yang sama yakni 124.5. Alrich mengatakan hal ini menunjukkan pemulihan konsumsi masyarakat ke level pra-pandemi.

Selain itu, harga komoditas minyak yang cenderung turun beberapa bulan terakhir ini berpotensi mendasari penyesuaian harga BBM terutama BBM Non-Subsidi sehingga dapat memicu laju inflasi akan cenderung menurun.

Dengan demikian, Alrich memiliki keyakinan emiten air minum dalam kemasan (AMDK) masih berpotensi mencatatkan kinerja yang positif tahun ini.

Menurut Alrich emiten AMDK yang dapat dicermati oleh investor seperti MYOR dan ICBP. Lantaran berdasarkan survey Jajak Pendapat (aplikasi Jakpat) dengan 1.434 orang responden yang terlibat dalam survei ini pada 26 September 2022, MYOR dengan produk AMDK Le Minerale cukup diminati atau berada di posisi kedua yang paling disukai setelah Aqua. 

Selain itu, keseriusan MYOR dalam memperluas penetrasi produk AMDK-nya cukup terlihat dari beban iklan dan promosi yang memiliki porsi paling besar, 71.14% dari total beban penjualan data per kuartal III-2022.

Sementara, mayoritas emiten AMDK memiliki PBV di atas PBV industry 1.71. ICBP dengan 3.45 masih lebih rendah dibandingkan dengan MYOR (4.40) dan CLEO (4.92). 

Baca Juga: 10 Perusahaan Ini Akan IPO Saham Di BEI Januari 2023, Simak yang Prospeknya Bagus

Berikut rekomendasi teknikal MYOR dan ICBP untuk perdagangan besok (19/1). 

1. PT Mayora Indah Tbk (MYOR) 

Kontraksi harga mulai tertahan di kisaran support 2270 seiring Stochastic RSI masih di oversold area. potensi pelemahan lanjutan cenderung terbatas. bertahan diatas 2270 atau toleransi maksimal 2230, menjadi sinyal awal rebound.

Rekomendasi : Buy On Support 

Target 2 : Rp 2.620

Target 1 : Rp 2.440

Entry : Rp 2.230 - Rp  2.280

Stoploss : Rp 2.120

2. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

Potensi membentuk rising three methods yang menjadi sinyal awal bullish continuation. konfirmasi jika resistance breakout 10525 dengan volume yang solid.

Rekomendasi : Buy

Target 2 : Rp 11.400

Target 1 : Rp 10.850 - Rp 11.000

Entry : Rp 10.400

Stoploss : Rp 10.000

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru